Kulo Saged
Mari Berbagi
Monday, 18 March 2019
Contoh Soal Transmisi TKR
Soal Sistem Transmisi Pilihan Ganda da Essay
PETUNJUK KHUSUS
I. Pilihlah satu jawaban yang paling benar, dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a,b,c,d, atau e, di lembar jawab yang tersedia!
1. Letak dari pesawat kopling berada …
a. Tepat ditengah transmisi
b. Diantara engine dan transmisi
c. Diantara transmisi dan poros penggerak
d. Berada di poros deffrensial
e. Berada di tengah engine
2. Yang bukan Syarat- syarat yang harus dipenuhi pesawat kopling adalah …
a. Dapat menghubungkan putaran dengan lembut
b. Dapat memindahkan tenaga motor ke transmisi dengan slip
c. Dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.
d. Mempunyai daya tahan gesek yang tinggi
e. Tahan panas dan kuat
3. Bagian kopling yang dibuat menyatu dengan roda gila adalah …
a. Clucth coil
b. Release spring
c. Clucth disc
d. Release silinder
e. Clucth cover
4. Arti dari Clutch Assembly adalah ….
a. Kopling dalam satu set
b. Komponen – komponen kopling
c. Komponen kopling yang harus diganti saat pembongkaran
d. Kopling dengan sumber tenaga dari mesin
e. Pesawat untuk memutus dan menghubungkan putran mesin
5. Komponen yang berfungsi untuk menekan/menjepit kampas kopling hingga terjadi
perpindahan tenaga dari mesin ke poros transmisi adalah …
a. Pressure plate
b. Driven plate atau friction disc
c. Clutch release atau throwout bearing
d. Throwout lever/clutch fork
e. Pressure spring
6. Komponen kopling berfungsi untuk memberikan tekanan yang bersamaan pada pressure plate
lever dan menghindarkan terjadinya gesekan antara pengungkit dengan pressure plate lever
adalah …
a. Pressure plate (plat penekan)
b. Driven plate atau friction disc
c. Clutch release atau release bearing
d. Throwout lever/clutch fork
e. Pressure spring
7. Komponen kopling yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga pembebas kopling...
a. Pressure plate (plat penekan)
b. Driven plate atau friction disc
c. Clutch release atau release bearing
d. Throwout lever/clutch fork
e. Pressure spring
8. Yang bukan merupakan komponen pengoperasian kopling mekanik adalah …
a. Pedal kopling
b. Kabel kopling
c. Silinder kopling
d. Batang ulir ujung kabel kopling
e. Pegas pengendali pedal kopling
9. Pada pengoperasian kopling mekanik komponen yang berfungsi untuk memindahkan gerakan
tenaga injakan kaki pengemudi pada pedal kopling ke tuas pembebas kopling adalah …
a. Silinder kopling
b. Pedal kopling
c. Kabel kopling
d. Batang ulir ujung kabel kopling
e. Pegas pengendali pedal kopling
10. Pada pengoperasian kopling mekanik komponen yang berfungsi untuk mengembalikan posisi
pedal kopling setelah dipergunakan untuk mengoperasikan kopling adalah …
a. Silinder kopling
b. Pedal kopling
c. Kabel kopling
d. Boster kopling
e. Pegas pedal kopling
11. Komponen kopling hidrolis , yang berfungsi untuk merubah gerak mekanis dari pedal
kopling menjadi tekanan minyak hidrolis adalah …
a. Master silinder d. Boster kopling
b. Pipa hidrolis e. Pegas pengendali kopling
c. Silinder hiodrolis
d. Boster kopling
e. Pegas pengendali kopling
12. Yang dimaksud dengan friction cluch adalah …..
a. Kopling jenis bergigi dalam proses pemindahan tenaganya
b. Kopling jenis gesek dalam proses pemindahan tenagannya
c. Piringan yang digerakan berhubungan sistem pemindah tenaga yang lainnya
d. Roda penyimpan gaya kelembaman putaran mesin
e. Unit kopling bersama kelengkapannya.
13. Alat yang digunakan untuk mengukur kedalaman paku keling pada kampas kopling adalah ...
a. Dial gauge d. Magnetic dial
b. Vernier caliper e. Pivot gauge
c. Mikrometer
d. Magnetic dial
e. Pivot gauge
14. Lapisan plat kopling disebut dengan kanvas kopling terbuat dari paduan bahan asbes dan
logam. Paduan ini dibuat dengan tujuan agar plat kopling dapat memenuhi persyaratan ...
a. Dapat menahan beban akibat putaran fly wheel yang berasal dari mesin
b. Bahan tersebut tahan terhadap beban arah aksial dan arah radial
c. Tahan terhadap tekanan pegas kopling
d. Tenaga saat pengoperasian kopling menjadi lebih ringan
e. Tahan terhadap panas, gesekan dan dapat mencengkeram dengan baik.
15. Pada bagian plat kopling terdapat torsion damper/torsion rubber yang berfungsi sebagai...
a. Menambah tenaga putaran mesin
b. Mempercepat perpindahan putaran dan tenaga dari mesin ke transmisi
c. Meredam kejutan saat kopling mulai berhubungan dalam arah aksial
d. Sebagai bidang gesek
e. Sebagai penekan pegas kopling sehingga memperlembut saat kopling berhubungan.
16. Fungsi dari release bearing atau throwout bearing pada mekanisme kopling adalah …
a. menyalurkan tenaga pembebas kopling
b. untuk menjepit atau menekan kampas kopling hingga terjadi perpindahan tenaga
c. Memberikan tekanan yang bersamaan pada pressure plate lever
d. Untuk mendapatkan sentuhan yang halus saat plat kopling mulai terjepit
e. meredam kejutan saat kopling mulai berhubungan dalam arah aksial
17. Salah satu pemeriksaan pada pegas diafragma dengan cara pengukuran kedalaman dan lebar
keausan bekas gesekan release bearing. Kedalaman maksimal keausan pada pegas diafragma
adalah ….
a. 0,5 mm
b. 0,6 mm
c. 0,7 mm
d. 0,8 mm
e. 1 mm
18. Pemeriksaan dan pengukuran kedalaman paku keling dengan jangka sorong batas kedalaman
paku keling adalah …
a. 0,6 mm
b. 0,5 mm
c. 0,4 mm
d. 0,3 mm
e. 0,2 mm
19. Pemeriksaan dan penyetelan pedal kopling perlu dilakukan. Ukuran tinggi pedal kopling dari
lantai adalah ...
a. 156 – 166 mm
b. 157 – 167 mm
c. 160 – 176 mm
d. 161 – 177 mm
e. 180 – 199 mm
20. Yang bukan merupakan komponen pengoperasian kopling sistem mekanik adalah ….
a. Pedal kopling
b. Kabel kopling
c. Minyak kopling
d. Pegas pengendali
e. Batang ulir ujung kabel
21. Komponen yang berfungsi mengubah gerakan mekanis dari pedal kopling menjadi tekanan
minyak hidrolis adalah ….
a. Pipa hidrolis
b. Silinder kopling
c. Master silinder kopling
d. Boster kopling
e. Pedal kopling
22. Yang merupakan penyebab dari kopling slip adalah ….
a. Dudukan mesin atau transmisi rusak
b. Keausan pada sambungan pengoperasian kopling
c. Kabel kopling memanjang
d. Pilot bearing rusak
e. Gerakan bebas kopling berlebihan
23. Penyebab gerakan kendaraan yang mengejutkan pada sistem kopling karena ….
a. Dudukan mesin atau transmisi rusak
b. Permukaan disc bergelombang
c. Kabel kopling berkarat
d. Pilot bearing rusak
e. Gerakan bebas kopling terlalu kecil
24. Dibawah ini yang merupakan akibat kebebasan pedal kopling yang terlalu berlebihan
adalah ….
a. Kopling slip, suara berisik yang tak lazim, tidak ada gerakan pada kopling.
b. Kopling bergetar, suara berisik yang tidak lazim
c. Kopling slip, kopling bergetar, tidak ada gerakan pada kopling
d. Gerakan kendaraan yang mengejutkan, tidak ada gerakan kopling, kopling bergetar
e. Suara berisik yang tidak lazim, kopling bergetar, gerakan kendaraan yang mengejutkan
25. Bagian transmisi yang digunakan untuk menghubungkan antara roda gigi disebut...
a. Syncromish
b. Clucth
c. Key Syncromish
d. Garpu pemindah
e. Tuas pemindah
26. Bagian yang digunakan untuk pembagi tetep pada perbandingan putaran roda gigi adalah...
a. Roda gigi transmisi 1
b. Roda gigi transmisi 2
c. Roda gigi transmisi 3
d. Roda gigi transmisi 4
e. Roda gigi transmisi R
27. Apakah yang dimaksud dengan garpu pemindah...
a. Bagian penghubung roda gigi
b. Bagian penahan roda gigi
c. Bagian penarik syncronish
d. Bagian pembagi roda transmisi
e. Tuas penghubung
28. Bagian transmisi yang berhubungan dengan poros propeler adalah...
a. Input shaft
b. Output shaft
c. Clutch hub
d. Bearing
e. Counter
29. Komponen yang berfungsi sebagai meredam hentakan/puntiran saat kopling mulai
menghubungkan/meneruskan putaran dan pada saat akselerasi maupun deselerasi...
a. Clutch Hub
b. Disc Plate
c. Torsion Damper
d. Tacing
e. Rivet/ Paku keling
30. Pemeriksaan run-out plat kopling dengan roller instrumen dan dil indikator batas maksimal
adalah...
a. 0,6 mm
b. 0,7 mm
c. 0,8 mm
d. 0,9 mm
e. 1 mm
31. Yang bukan langkah cara penyetelan kopling secara mekanik adalah....
a. ukur ketebalan pedal kopling yang ada
b. membandingkan dengan ukuran spesifikasi kendaraan tersebut
c. kendorkan mur pengunci pada ujung kabel
d. kendorkan mur penyetel bila jarak kebebasan lebih kecil
e. kendorkan baut bleeder
32. Roda gigi transmisi (transmition gear) berfungsi sebagai....
a. Memutarkan gigi didalam gear box
b. Mengubah output gaya-gaya torsi yang meninggalkan transmisi
c. Untuk memindah gigi atau sinkroniser pada porosnya sehingga memungkinkan gigi untuk
dipasang atau dipindah
d. Sebagai dudukan bearing transmisi dan poros-poros serta sebagai wadah oli/pelumas
transmisi
e. Mengurangi gesekan antara permukaan benda yang berputar didalam sistem transmisi
ESSAY
1. Sebutkan beberapa gejala kopling yang mengalami kerusakan dan jelaskan penyebabnya!
2. Sebutkan keuntungan dan kerugian kopling dengan menggunakan pegas diafragma!
3. Apakah fungsi Transmisi pada kendaraan bermotor? Dan apa dampaknya bila kendaraan tanpa
transmisi?
4. Jelaskan komponen transmisi di bawah ini !
a. Transmission input shaft
b. Transmission gear
c. Synchroniser
d. Output shaft
e. Bearing
5. Jelaskan prinsip kerja kopling pada saat terjadi pemindahan gigi transmisi !
PROPOSAL
PENGEMBANGAN USAHA BENGKEL MOBIL DAN TRUK
“DODO AUTOMOBIL”
A. PENDAHULUAN
Desa sidototo yang terletak di Kecamatan PADURESO Kabupaten KEBUMEN merupakan lokasi yang sangat strategis dan mempunyai prospek usaha yang sangat bagus, karena lokasi tersebut merupakan pusat dari kegiatan ekonomi masyarakat dan pusat dari lalu lintas kendaraan yang akan menuju ke beberapa Kota, baik kota Bangkalan, kota Pamekasan, Kota Sumenep dan kota Sampang.
Atas dasar inilah, maka Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini dibangun pada tahun 2007 di Desa Jatra Timur Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. Di Kacamatan Banyuates hanya terdapat beberapa Bangkel Mobil yang menjadi kompetitor dari Bengkel “DODO AUTOMOBIL”.
Pada tahun pertama sejak Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini dibuka, memang masih sedikit konsumen yang datang ke bengkel ini, sehingga pada tahun 1999 kami berusaha untuk membangun Atap bengkel untuk lebih menartik konsumen datang ke Bengkel kami dengan biaya sendiri. Usaha ini pun membuahkan hasil, konsumen yang datang ke Bengkel kami mengalami peningkatan dari sebelumnya dan beberapa di antaranya menjadi pelanggan.
Dalam perkembangannya, karena peningkatan kompetitor dan konsumen, akhirnya pada akhir tahun 2011 ini Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” mengalami banyak kekuarangan di bidang fasilitas dan peralatan Bengkel untuk servis Mobil dan Truk. Sehingga pada akhir 2011, Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” kami ini mengalami penurunan jumlah konsumen dan omzet yang sangat drastis dalam setiap bulannya, dan bahkan seringkali dalam satu hari tidak mendapatkan konsumen sama sekali.
Berdasarkan kondisi inilah, maka dengan ini kami mengajukan proposal Pengembangan Usaha Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini yang merupakan bagian dari Home Industri masyarakat.
B. GAMBARAN SINGKAT USAHA BENGKEL
Usaha Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini merupakan usaha perseorangan yang didirikan sejak tahun 2007. Usaha Bengkel ini terletak di Desa Jatra Timur Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Provinsi Jawa Timur dengan pemilik bernama Abdur Rahman bin Amin.
Sejak dibuka pada tahun 2007, Bengkel ini dijalankan oleh dua orang yang merupakan kakak beradik dalam bangunan Bengkel seluas 72 m2 (8x9).
Biaya pengadaan peralatan dan operasional setiap harinya berasal dari pemilik sendiri dan tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta lainnya. Sehingga pada saat ini Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” mengalami penurunan yang sangat drastis karena minimnya fasilitas dan peralatan yang dimiliki.
C. TUJUAN
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam pengajuan proposal pengembangan Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini adalah :
Menciptakan lapangan pekerjaan yang madiri dan berkesinambungan.
Membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis pada kemampuan sendiri.
Memberikan pelayanan yang prima kepada semua konsumen dan pelanggan Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL”.
Peningkatkan mutu pelayanan dan omzet Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL”.
D. NAMA PEMILIK DAN NAMA BENGKEL
Pemilik dari pada bangkel ini adalah Abdur Rahman Bin Amin, dengan nama bengkel “DODO AUTOMOBIL”.
E. TEMPAT USAHA BENGKEL
Kegiatan usaha bengkel ini berlokasi di Jalan wadaslintang km 7, Desa siototo, Kacamatan padureso, Kabupaten kebumen Jawa tengah.
F. PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
NO
RINCIAN
NOMINAL
1
Air Ampca
Rp. 1.000.000,-
2
Air Engkol /Kunci Angin
Rp. 1.000.000,-
3
Thorsy
Rp. 2.000.000,-
4
Mikro Digital
Rp. 1.500.000,-
5
Tes Injection Solar
Rp. 3.500.000,-
6
Sketmat Digital
Rp. 1.500.000,-
7
Timing Ligh Bensi
Rp. 500.000,-
8
Timing Ligh Solar
Rp. 1.000.000,-
9
Renovasi Bangunan Bengkel
Rp. 3.000.000,-
TOTAL
Rp. 15.000.000,-
G. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat. Semoga mendapatkan bantuan demi pengembangan usaha kerakyatan dan penciptaan lapangan pekerjaan yang mandiri. Amin.
H. LEMBAR PENGESAHAN
Sampang, 27 Januari 2016
Mengetahui,
Kepala Desa banyuates
Pemilik Usaha Bengkel
Estimasi Keuangan Pendiri Bengkel Mobil
PROPOSAL
PENGEMBANGAN USAHA BENGKEL MOBIL DAN TRUK
A. PENDAHULUAN
Desa sidokare yang terletak di Kecamatan PETARUKAN Kabupaten Pemalang merupakan lokasi yang sangat strategis dan mempunyai prospek usaha yang sangat bagus, karena lokasi tersebut merupakan pusat dari kegiatan ekonomi masyarakat dan pusat dari lalu lintas kendaraan yang akan menuju ke beberapa Kota, baik kota Bangkalan, kota Pamekasan, Kota Sumenep dan kota Sampang.
Atas dasar inilah, maka Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini dibangun pada tahun 2007 di Desa Jatra Timur Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. Di Kacamatan Banyuates hanya terdapat beberapa Bangkel Mobil yang menjadi kompetitor dari Bengkel “DODO AUTOMOBIL”.
Pada tahun pertama sejak Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini dibuka, memang masih sedikit konsumen yang datang ke bengkel ini, sehingga pada tahun 1999 kami berusaha untuk membangun Atap bengkel untuk lebih menartik konsumen datang ke Bengkel kami dengan biaya sendiri. Usaha ini pun membuahkan hasil, konsumen yang datang ke Bengkel kami mengalami peningkatan dari sebelumnya dan beberapa di antaranya menjadi pelanggan.
Dalam perkembangannya, karena peningkatan kompetitor dan konsumen, akhirnya pada akhir tahun 2011 ini Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” mengalami banyak kekuarangan di bidang fasilitas dan peralatan Bengkel untuk servis Mobil dan Truk. Sehingga pada akhir 2011, Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” kami ini mengalami penurunan jumlah konsumen dan omzet yang sangat drastis dalam setiap bulannya, dan bahkan seringkali dalam satu hari tidak mendapatkan konsumen sama sekali.
Berdasarkan kondisi inilah, maka dengan ini kami mengajukan proposal Pengembangan Usaha Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini yang merupakan bagian dari Home Industri masyarakat.
B. GAMBARAN SINGKAT USAHA BENGKEL
Usaha Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini merupakan usaha perseorangan yang didirikan sejak tahun 2007. Usaha Bengkel ini terletak di Desa Jatra Timur Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Provinsi Jawa Timur dengan pemilik bernama Abdur Rahman bin Amin.
Sejak dibuka pada tahun 2007, Bengkel ini dijalankan oleh dua orang yang merupakan kakak beradik dalam bangunan Bengkel seluas 72 m2 (8x9).
Biaya pengadaan peralatan dan operasional setiap harinya berasal dari pemilik sendiri dan tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta lainnya. Sehingga pada saat ini Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” mengalami penurunan yang sangat drastis karena minimnya fasilitas dan peralatan yang dimiliki.
C. TUJUAN
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam pengajuan proposal pengembangan Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL” ini adalah :
Menciptakan lapangan pekerjaan yang madiri dan berkesinambungan.
Membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis pada kemampuan sendiri.
Memberikan pelayanan yang prima kepada semua konsumen dan pelanggan Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL”.
Peningkatkan mutu pelayanan dan omzet Bangkel Mobil dan Truk “DODO AUTOMOBIL”.
D. NAMA PEMILIK DAN NAMA BENGKEL
Pemilik dari pada bangkel ini adalah Abdur Rahman Bin Amin, dengan nama bengkel “DODO AUTOMOBIL”.
E. TEMPAT USAHA BENGKEL
Kegiatan usaha bengkel ini berlokasi di Jalan wadaslintang km 7, Desa siototo, Kacamatan padureso, Kabupaten kebumen Jawa tengah.
F. PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
NO
RINCIAN
NOMINAL
1
Air Ampca
Rp. 1.000.000,-
2
Air Engkol /Kunci Angin
Rp. 1.000.000,-
3
Thorsy
Rp. 2.000.000,-
4
Mikro Digital
Rp. 1.500.000,-
5
Tes Injection Solar
Rp. 3.500.000,-
6
Sketmat Digital
Rp. 1.500.000,-
7
Timing Ligh Bensi
Rp. 500.000,-
8
Timing Ligh Solar
Rp. 1.000.000,-
9
Renovasi Bangunan Bengkel
Rp. 3.000.000,-
TOTAL
Rp. 15.000.000,-
G. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat. Semoga mendapatkan bantuan demi pengembangan usaha kerakyatan dan penciptaan lapangan pekerjaan yang mandiri. Amin.
H. LEMBAR PENGESAHAN
Pemalang, 27 Januari 2016
Mengetahui,
Kepala Desa
Pemilik Usaha Bengkel
Contoh Estimasi Keuangan Pendiri Bengkel Motor
Proposal Pendirian Usaha bengkel Motor
Contoh Proposal bengkel motor
1. LATAR BELAKANG
1.1. Pendahuluan
Makin hari penambahan populasi kendaraan bermotor di Karanganyar makin meningkat, khususnya di daerah kebakkramat. Peningkatan penjualan sepeda motor ini menunjukkan indikasi daya beli masyarakat semakin membaik. Bahkan hampir setiap orang punya dan membutuhkan sepeda motor. Kepadatan aktivitas di jalan menuntut kenyamanan untuk itu kendaraan yang dipakai harus selalu dalam keadaan baik. Agar kendaraan selalu dalam keadaan baik maka diperlukan perawatan dan service berkala bahkan diperlukan juga perbaikan-perbaikan bagian yang rusak, untuk itu sangat dibutuhkan jasa bengkel motor. Kondisi seperti inilah yang harus kita akan manfaatkan sebagai peluang usaha. Usaha bengkel motor memang menjanjikan, mengingat pengguna sepeda motor semakin banyak jumlahnya. Hal ini terbukti dari meningkatnya produksi sepeda motor pertahun. Kebutuhan service bagi sepeda motor menjadi kebutuhan rutin yang harus dilakukan oleh penggunanya. Apalagi daerah-daerah kebakkramat yang notabennya adalah pemukiman penduduk. Pada daerah kebakkramat ini terdapat beberapa perumahan, perkampungan dan kavlingan yang cukup padat penduduknya, sebagian besar warga disana menggunakan motor sebagai alat transportasi. Dan jarak tempuh mereka ke kota cukup jauh, sehingga frekuensi perbaikan dan service motorpun tinggi. Sedangkan didaerah itu baru ada 2 bengkel motor, diperkirakan untuk membangun 1 atau 2 bengkel motor lagi masih sangat layak.
1.2. Visi dan Misi Visi :
Menjadikan tempat service yang terpercaya dan bermanfaat untuk orang lain Misi :
a. Memberikan pelayanan terbaik dan standar mutu kepada pelanggan dengan menjalankan proses kerja terbaik dan terpercaya sehingga tercapai kepuasan pelanggan
b. Membuka kelas kursus education bagi orang yang berminat untuk menguasai bidang otomotif khususnya bengkel motor. Yang mana untuk mewujudkan visi kami untuk bermanfaat untuk orang lain
c. Membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain
d. Mengembangkan menjadi franchise Mr.SERVICE diseluruh Indonesia
Motto :
Kepercayaan anda adalah ibadah buat kami
1.3. Motif Pemilihan usaha
a. Setiap rumah minimal memiliki 2unit motor yang mana perlu dirawat
b. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain
c. Dapat mengamalkan ilmu yang kami miliki
d. Otomotif adalah hoby kami
1.4. Tujuan Bisnis
a. Memanfaatkan peluang usaha dalam service ( perawatan ) motor karena pesatnya penjualan motor di wilayah kami
b. Memberikan education kepada orang yang berminat belajar dalam dunia otomotif untuk menciptakan mekanik yang handal
c. Bersinergi dengan investor untuk mendapatkan keuntungan
d. Mecari pelanggan untuk mempercayakan perawatan motornya kepada kami dengan pelayanan yang ramah agar pelanggan terpuaskan
e. Membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain
f. Mengembangkan Mr.SERVICE dengan system franchise
2. KONSEP BISNIS
2.1. Nama dan Lokasi Usaha
Kami memberi nama usaha ini “ Mr.SERVICE “ yang mana akan didaftarkan ke department industry dan perdagangan, dengan lokasi usaha kami dengan beralamatkan di Jl Raya Solo-Sragen Km12 Wirorejan Rt02 / Rw03 Kemiri Kebakkramat Karanganyar
2.2. Dasar Ide
Motor pada dasarnya sarana transportasi yang ada disekeliling kita yang mana sekarang ini minimal setiap rumah memiliki motor sejumlah 2 unit. Atas dasar itu kami memanfaatkan peluang tersebut untuk membuka sebuah bengkel motor yang kami beri nama Mr.SERVICE yang terpercaya untuk masyarakat dengan pendukung tempat strategis, bersih, mekanik terlatih dan pelayanan ramah agar pelanggan senang. Yang ada selama ini bengkel hanya menunggu pelanggan yang datang atau disebut dengan istilah menunggu bola tetapi Mr.SERVICE tidak berlaku seperti itu, karena Mr.SERVICE dengan system yang ada maka Mr.SERVICE akan menjemput motor yang akan di service dan mengembalikannya setelah dilakukan perawatan oleh karena itu pelanggan tidak perlu repot-repot mengantri dan menunggu di bengkel lagi. Mahalnya biaya kursus education otomotif selama ini menjadi motivasi bagi kami untuk membuka kelas kursus education otomotif yang biayanya terjangkau oleh semua orang bahkan bisa gratis. Dengan ide ini kami yakin akan mampu bersaing dengan gerai-gerai bengkel yang ada selama ini. Karena kami melayani semua jenis pabrikan motor.
2.3. Jenis Produk
Seperti yang sudah ada jenis usaha ini yang berhubungan erat dengan otomotif di bidang kendaraan bermotor roda dua, Seperti :
a. Service rutin kendaraan bermotor roda dua
b. Service Besar kendaraan bermotor roda dua
c. Modifikasi mesin,body dan chassis
d. Painting
e. Pengajaran (bisa termasuk dalam hal promosi)
f. Spare part moving part dan Modifikasi
g. Penitipan Barang dagangan seperti motor bekas
h. Franchise waralaba bengkel Mr.SERVICE
Namun disaat ini kami akan memusatkan perhatian kami pada service harian, besar dan sebagai tempat kursus yang terpercaya dan bermanfaat bagi orang lain. Hal yang lain akan tetap dilaksanakan namun masih belum prioritas menunggu seiring jalannya waktu dan kondisi modal kami.
2.4. Keunggulan Produk
a. Mutu Mr.SERVICE standart dealer resmi
b. Mekanik terlatih professional
c. Melayani segala macam pabrikan motor
d. Tempat bersih dan perlengkapan tool yang komplit
e. Mempunyai strategi pasar untuk menjaga pelanggan agar tidak pindah ketempat lain
f. Biaya terjangkau
g. Memiliki tempat kursus education otomotif
h. Bisa franchise Mr.SERVICE
2.5. Struktur organisasi
Pimpinan : Arwan Fajar Rahmono
Marketing : Dwi Haryo Pambudi
Bendahara : Chinta Prihanti Kumalasari
mekanik : Eko, najmul, dan dwi
2.6. Urutan Proses Memulai Bisnis
a. Penetapan lokasi
b. Data competitor
c. Survey harga peralatan bengkel
d. Pembuatan Analisa Kelayakan
e. Perizinan Dan Legalitas
f. Action dalam rancangan usaha
2.7. Analisis SWOT terhadap peluang bisnis
2.7.1. Kekuatan :
a. Tidak sewa tempat usaha dan lokasi sangat strategis
b. A.F.Rahmono pendiri Mr.SERVICE sudah mengibarkan namanya dikancah para komunitas selain itu A.F.Rahmono berpengalaman mengotak-atik kendaraan,dia memiliki basic dan hobby tentang modifikasi dan service bengkel
c. Mekanik yang berpengalaman dalam otomotif kendaraan dan dapat membaca management Bengkel
d. Mengetahui seluk beluk permintaan pasar yang ada di daerah Kebakkramat Karanganyar JawaTengah dan sekitarnya
e. Dapat mengajarkan atau Training tentang education otomotif
f. Memperhatikan layanan service konsumen baik itu saat service maupun paska service
g. Mempunya Teknik Promosi yang menarik
2.7.2. Kelemahan
a. Tidak memiliki modal
b. Bengkel berskala kecil hanya mampu 3 unit motor pada waktu service bersamaan
c. System pengadaan dan penjualan sperpart masih kerjasama dengan toko tetangga
2.7.3. Kesempatan
a. Sekitar lokasi baru ada 2 bengkel 2 dealer resmi
b. Memuaskan pelanggan sebelum perawatan hingga purna perawatan
c. Banyaknya kebutuhan masyarakat untuk perawatan motor
d. Keinginan orang supaya motor tetap terjaga performanya
e. Minimal ada 2unit motor dalam satu rumah
f. Belum ada bengkel yang menggunakan promosi kami
g. Belum ada bengkel yang lengkap, mekanik terlatih dan melayani segala jenis pabrikan motor
h. Belum ada bengkel dengan education otomotif yang biaya terjangkau
2.7.4. Ancaman
a. Adanya 2 bengkel yang sudah lama berdiri
b. Dealer semakin menjamur
c. Banyaknya produk competitor yang menawarkan manfaat sejenis bahkan lebih
3. ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN
3.1. Sistem Keputusan Pelanggan
3.2. Pemasaran
3.2.1. Layanan Jasa Sebagai Obyek Pemasaran
a. Memberikan layanan service yang terbaik dan terpercaya
b. Buat suasana nyaman pengunjung dengan menampilkan kebersihan pada tempat service
c. Layanan klaim gratis apabila konsumen kurang cocok dengan service tahap pertama
d. Menjemput bola service antrian lewat call
e. Menjadikan pelanggan sebagai member tetap
f. Cuci motor gratis setelah perawatan
g. Bensin motor pelanggan tidak digunakan untuk pengerjaan service
h. Memberikan hiburan terhadap pelanggan yang sedang menunggu perawatan motor berupa TV, Koran otomotif, serta penyediaan minum atau kopi gratis bagi mereka yang mengkonsumsinya
i. Teknik education otomotif
Ilmu otomotif khususnya modifikasi racing amat sangat diminati oleh sebagian besar kawula muda. Dalam hal ini kita akan berbagi ilmu dengan mereka, meskipun diluar banyak Les yang mengajari ilmu Racing namun dapat dihitung oleh jari dan mahal. Kita akan membantu mereka untuk mempermudah pengetahuan informasi akan ilmu modifikasi dan terjangkau. Hal ini kita lakukan diluar jam kerja untuk mendapatkan target tersebut. Tujuan dari teknik ini adalah menciptakan generasi muda yang mengembangkan hobbynya menjadi usaha dan dari pihak kita akan mendapatkan relasi untuk menyebarkan nama bengkel,penjualan tiket,dan kandidat mekanik baru
3.2.2. Analisa Terhadap Harga Untuk Produk
a. Menjaga harga agar tetap selalu bersaing
b. Menjaga harga sperpart dan stocknya
3.2.3. Melakukan Kegiatan Promosi
a. Memberikan kupon karena pada tulisan kupon tersebut adalah “Service dapat kejutan dan Uang” maka tidak menutup kemungkinan mereka akan
menyebarkan kupon tersebut
b. Menyebar brosur, pamflet Mr.SERVICE di sekitar bengkel
c. Bekerjasama dengan dealer motor second untuk pembelian setiap unit, memberikan service gratis dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
d. Menawarkan diskon untuk suatu golongan / komunitas tertentu
e. Membuat iklan di surat kabar dalam kota
3.3. Target Pasar
3.3.1. Sasaran Konsumen
a. Semua orang yang memiliki kendaraan bermotor
b. Dealer motor second
c. Komunitas / kelompok disekitar wilayah
d. Pelajar atau mahasiswa yang hobby otomotif
4. ANALISA KELAYAKAN PRODUK
4.1. Investasi
4.1.1. Keperluan bangkel
o Sperpart dan Cuci motor Rp 20.000.000,00
§ system kerjasama
o Tool set Rp 15.000.000,00
§ 3 AIR DUSTER / AIR GUN / SEMPROTAN ANGIN Rp 18.900,00
§ 3 MECHANIC TOOL KIT SET ISI 54 KUNCI Rp 5.985.000,00
§ 1 BOR ELEKTRIK RDR 10R Rp 291.000,00
§ 1 COMPRESSOR DOUBLE PISTON 1/2 PK Rp 3.099.000,00
§ 3 CONGKELAN BAN 10" Rp 146.250,00
§ 3 CONGKELAN BAN 12" Rp 167.250,00
§ 1 GERINDA ELEKTRIK RSG 100 Rp 275.000,00
§ 3 KUNCI BINTANG SET ISI 6PCS Rp 359.700,00
§ 3 KUNCI L SET PANJANG ISI 8PCS Rp 238.500,00
§ 3 KUNCI STELAN KLEP Rp 30.000,00
§ 3 KUNCI T 8" Rp 53.700,00
§ 3 KUNCI T 10" Rp 53.700,00
§ 3 KUNCI T 12" Rp 53.700,00
§ 3 KUNCI T 14" Rp 53.700,00
§ 3 KUNCI "T" CHROME V ANTI SLIP 8MM Rp 73.500,00
§ 3 KUNCI "T" CHROME V ANTI SLIP 10MM Rp 73.500,00
§ 3 KUNCI "T" CHROME V ANTI SLIP 12MM Rp 73.500,00
§ 3 KUNCI "T" CHROME V ANTI SLIP 14MM Rp 73.500,00
§ 3 KUNCI TUTUP KLEP S/G/T/M Rp 45.000,00
§ 3 OBENG KETOK + MATA 4 PCS Rp 468.000,00
§ 3 PEMOTONG RANTAI Rp 330.000,00
§ 3 PRESURE GAUGE/ISIAN ANGIN + PSI SET Rp 367.500,00
§ 3 SELANG KOMPRESSOR 10M + KLEM 2 SISI Rp 195.000,00
§ 1 TANGGEM / RANGGUM 4" Rp 561.700,00
§ 3 TANG SNAP RING ES OUT Rp 128.700,00
§ 3 TANG SNAP RING IS IN Rp 128.700,00
§ 3 TREKER MAGNET MULTI FUNGSI TYPE 1 Rp 262.500,00
§ 3 TREKER MAGNET MULTI FUNGSI TYPE 2 Rp 262.500,00
§ 3 TREKER MAGNET CRYPTON/VEGA Rp 441.000,00
o 3 Display bike lift Rp 12.000.000,00
o Alat-alat administrasi Rp 500.000,00
o Promosi Rp 500.000,00
o Computer kasir Rp 7.000.000,00
o Membangun bengkel Rp 5.000.000,00
o Interior bengkel Rp 5.000.000,00
o Peralatan education Rp 5.000.000,00
o Lain-lain Rp 1.000.000,00
o Steam motor Rp 4.000.000,00
JUMLAH Rp 75.000.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 75.000.000,00 – Rp 1000,00) : 4 = Rp 18.750.000,00 per tahun atau sama dengan Rp 1.5650.000,00 per bulan
4.2. Peralatan Modal Kerja
4.2.1. Keperluan bengkel Rp 1.000.000,00
§ Oil grease
§ Bensin
§ Kain lap
§ Amplas
§ Karburator cleaner
4.2.2. Promo bengkel Rp 200.000,00
§ Kupon
§ Brosure
4.2.3. Keperluan lain-lain Rp 300.000,00
JUMLAH Rp 1.500.000,00
5. ANALISA LABA / RUGI
5.1. Pendapatan § Jasa
Rp 22.500.000,00
Jasa jmlh mtr/hr income Total/bulan
Service 30 Rp 25.000,00/motor Rp 22.500.000,00
§ Sperpart Rp 2.000.000,00
10% dari modal Rp 20.000.000,00 Rp 2.000.000,00
§ Education Rp 2.000.000,00
Harga Target anak total/bulan
paket 1 Rp.10.000 5 Rp 200.000,00
paket 2 Rp.20.000 5 Rp 400.000,00
paket 3 Rp.30.000 5 Rp 600.000,00
paket 4 Rp.40.000 5 Rp 800.000,00
paket 5 Rp.50.000 5 Rp 1.000.000,00
Perkiraan dipotong dana foto copy dan izin sekolah 33,4%
Rp 1.000.000,00
_________________________________________________________________
JUMLAH Rp 26.500.000,00
5.2. Biaya-biaya
§ Biaya perlengkapan Rp 1.500.000,00
§ Biaya listrik,air, dan telpon Rp 400.000,00
§ Biaya perawatan tempat Rp 750.000,00
§ Biaya penyusutan peralatan Rp 1.600.000,00
§ Biaya gaji karyawan Rp 5.000.000,00
§ Biaya lain-lain Rp 100.000,00
§ Biaya kerjasama tempat usaha Rp 1.000.000,00
JUMLAH BIAYA Rp 10.350.000,00
LABA BERSIH
Rp 16.150.000,00
6. BREAK EVENT POINT
6.1. Maka lama balik modal dengan asumsi diatas minimal :
Rp 76.000.000,00 : Rp 16.150.000,00 + 1 bulan = 6 bulan
7. SISTEM KERJASAMA
System yang kami tawarkan dalam kerja sama bengkel ini adalah sytem bagi hasil. Dalam system bagi hasil diperlukan kejujuran satu sama lainnya karena itu diperlukan pembukuan yang akurat dan system management yang handal. Bagi Hasil disini adalah pembagian laba bersih. Dengan keahlian kami maka kami akan memutarkan Modal yang anda Berikan dengan presentase pemilik modal 40% dan manajerial 60% dari laba bersih, Ada beberapa contoh kasus penanaman modal :
Ø System Tunggal
· Pemilik Modal memiliki kemampuan untuk memenuhi syarat dari kebutuhan modal awal, maka dia utuh mendapatkan presentase sebesar 40% dari laba bersih
Ø System patungan
· Ada beberapa pemilik modal yang mengumpulkan modalnya sampai mendapatkan modal yang diinginkan. Contoh dibutuhkan modal Rp 76.000.000 ada beberapa pemilik modal si A 19jt,si B 9jt,si C 36,5 jt dan si D 11,5 jt. Maka didapatkan presentasinya adalah si A =25 %, si B=12%, si C=48% dan si D=15% dari presentase keuntungan pemilik modal contoh per tahun Laba bersih Rp 194.220.000/thn. Pemilik modal 40% dari Laba Bersih yaitu Rp 77.688.000/thn, maka si A mendapatkan 25% dari keuntungan yaitu Rp 19.422.000/thn, si B 12% = Rp.9.325.000/thn, si C 48% = Rp 37.291.000/thn dan si D 15%=Rp.11.654.000 /thn. TOTAL keseluruhan Rp.77.688.000/tahun.
8. PENUTUPAN
Demikianlah proposal kami untuk memajukan dan membuka tempat kerja untuk anak bangsa. Apabila anda berminat akan proposal ini, maka akan kita bicarakan mengenai peluang kerja sama dalam bidang ini. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih.
CURICULUM VITAE
JATI DIRI
NAMA :
JENIS KELAMIN :
TEMPAT,TANGGAL LAHIR :
KEWARGANEGARAAN : Indonesia
STATUS : Menikah
AGAMA : Islam
ALAMAT :
NO HANDPHONE :
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
KURSUS dan PELATIHAN
PENGALAMAN KERJA Bekerja
Posisi
Materi Roda dan Ban
RODA DAN BAN
SEJARAH SINGKAT RODA dan BAN
Roda sebagai bagian vital kendaraan atau mesin, mula pertama ditemukan oleh orang Sumeria pada 3.500 tahun SM. Di Mesopotamia, ditemukan pula sebuah benda bulat dengan poros di bagian tengahnya, diperkirakan sebuah tatakan untuk membuat tembikar dari masa yang sama. Ini membuktikan bahwa pada saat itu orang mulai tahu prinsip kerja gerak lingkaran.
Selanjutnya, pada 3000 SM, kereta dorong mulai dikenal di Asiria, kemudian berlanjut di Lembah Indus. Sedangkan masyarakat Eropa Daratan dan Tengah baru mengenal kereta dorong sekitar 1000 SM, malah Inggris baru pada tahun 500 SM.
Pada tahun 1515 orang menemukan wheel-lock, roda yang bisa diputar dan berhenti oleh sebuah benda pengganjal. Prinsip ini kemudian dikembangkan menjadi roda gerigi pemantik bom - dan korek api.
Dunia teknik sangat terbantu oleh penemuan roda. Dari mesin es krim sampai PLTA, menis jahit sampai pesawat ulang-alik, sepeda sampai mobil balap formula. Perkembangan roda sebagai penggerak kendaraan kemudian tak dapat dilepaskan dari perkebangan ban, yang ditentukan oleh peran Robert William Thomson dan John Boyd Dunlop.
Misalnya ban berkode 215/65R15 89H. Angka '215' adalah lebar telapak ban dalam satuan ukuran milimeter. '65' (Aspek Rasio), adalah rasio/perbandingan antara ketebalan profil ban dengan lebar telapak ban. Angka 65 di sini mengisyaratkan tinggi/tebal ban adalah 65% dari lebar telapak ban.
'R' (konstruksi), adalah pola jalinan benang/kawat yang memperkuat konstruksi ban. 'R' di sini berarti ban tersebut memiliki pola jalinan berpola radial. Jika 'B' berarti ban tersebut mempunyai konstruksi sabuk bias (bias belted). Untuk 'D' maka berarti konstruksinya adalah bias diagonal (diagonal bias).
Angka 15 berikutnya adalah ukuran diameter rim/pelek dalam satuan inci dan angka '89' mengisyaratkan beban maksimal (load index) yang diizinkan pada ban bersangkutan. Sesuai dengan standar industri ban maka kode tersebut memiliki kapasitas beban maksimal sebesar 580 kilogram di tiap ban. Huruf "H' terakhir merupakan indikator kecepatan maksimal.
Jadi ban berkode 215/65R15 89H adalah ban dengan lebar telapak 215mm, ketebalan ban dengan aspek rasio 65%x215(mm)=129(mm), berjenis radial untuk rim atau pelek berdiameter 15 inci, mampu dibebani seberat 580 kg dengan batas kecepatan aman maksimal 210 km.
Fungsi roda dan ban
1. Menahan seluruh berat kendaraan
2. Memindahkan tenaga ke permukaan jalan
3. Memindahkan gaya pengereman ke permukaan jalan
4. Menjadikan sistem kemudi dapat bekerja
5. Mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata
Fungsi Utama Ban
1. Menahan beban
Dalam hal menahan beban, yang paling berpengaruh adalah tekanan angin, karena angin dalam ban berfungsi untuk menopang berat kendaraan dan muatan.
2. Meredam
guncangan
Tekanan angin dan type ban (radial/ bias) sangat berpengaruh dalam meredam guncangan awal sebelum diredam lagi oleh suspensi. Ban tipe radial mampu meredam guncangan lebih baik daripada ban tipe bias.
3. Meneruskan tenaga dari mesin
Ban berfungsi untuk meneruskan gaya gerak dan pengeraman ke permukaan jalan, hal ini berkaitan dengan kinerja traksi dan pengereman. Yang berpengaruh dalam hal ini adalah pattern atau kembangan dari ban.
4. Meneruskan
fungsi kemudi
Ban sangat penting dalam mengontrol arah kendaraan, hal ini akan menentukan kemampuan bermanuver dan kestabilan dalam berkendara.
Bahasa Ban
Ban mempunyai ‘bahasa’ sendiri untuk berkomunikasi dengan penggunanya. Bahasa ban yang berupa serangkaian angka dan huruf menunjukkan data-data spesifikasi, merek dan tipe, yang universal dan sudah disepakati oleh semua produsen ban di seluruh dunia.
Berikut adalah arti dari kode tersebut:1. Lebar ban (dalam mm) 2. Aspek rasio (%) tinggi sidewall
terhadap lebar ban 3. Diameter ban / velg (dalam inch) 4. Indeks beban / Load Index5. Simbol kecepatan / Speed Index
Memahami Indeks Beban dan Simbol Kecepatan
Indeks kecepatan adalah simbol huruf mulai dari J sampai dengan Z yang telah disepakati bersama seluruh produsen ban untuk menunjukkan batas kecepatan maksimum yang aman, yang juga berhubugan dengan indeks beban. Lihat tabel indeks beban dan simbol kecepatan di bawah ini.
Kedua unsur dibawah ini disebut juga keterangan penggunaan ban dan saling berhubungan. Tabel di bawah ini memberikan informasi nilai indeks beban dan simbol kecepatan untuk masing-masing simbol atau nilai.
Saat Tepat Mengganti Ban
Setiap ban memiliki tread wear indicator (TWI), yang berbentuk segitiga dan terdapat pada sisi samping ban (side wall). TWI ini merupakan indikator tingkat keausan ban dan bisa juga menjadi patokan untuk mengganti ban. Saat tapak ban sudah melampaui indikator tersebut, terlihat garis melintang antara tapak ban, yang berarti ban tersebut sudah tidak layak lagi untuk digunakan.
Ban yang sudah botak sangat mempengaruhi pengendalian dan jarak pengereman!
Perhatikan juga fisik ban, untuk memperhatikan saatnya mengganti ban, antara lain melalui tanda-tanda di bawah ini
Benjolan pada ban
Sebaiknya segera ganti ban yang benjol dengan yang baru, karena berpotensi untuk terjadinya pecah ban
Banyak terdapat tambalan
Berpotensi untuk bocor seketika
Karet ban getas/
pecah-pecah
Biasanya terdapat pada sisi samping ban
Hubungi gerai ban terdekat jika anda manemui tanda-tanda kerusakan atau kelainan pada ban anda.
Pola Telapak Ban
Saat ini merek dan kembangan ban begitu bervariasi. Apakah anda sudah memilih ban yang tepat untuk memenuhi kebutuhan berkendaraan anda?
Pada dasarnya, pola telapak ban hanya terbagi menjadi tiga golongan utama, yakni Searah(Directional),Simetris (Symmetric), dan Asimetris (Asymmetric).
Ketiga golongan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan pengemudi yang berbeda-beda.
Searah
(Directional) Ban searah memiliki ciri telapak searah yang menyerupai anak panah atau pola kembangannya berbentuk huruf "v".
Fitur:
• Menepis air dengan sempurna untuk pengendalian yang lebih
baik di permukaan basah maupun kering
• Performa dan pengereman yang lebih baik
• Biasanya tersedia dalam ukuran besar (15" keatas) dan memiliki indeks kecepatan yang tinggi
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai performa dan kecepatan tinggi.
________________________________________
Simetris
(Symmetric) Ban simetris biasanya memiliki telapak dengan desain rib yang berkesinambungan atau blok. Kedua sisinya, baik sisi dalam maupun luar memiliki fitur dan kegunaan yang sama. Pada umumnya ban dengan pola simetris memiliki alur yang menyerupai gelombang.
Fitur:
• Nyaman dan sangat hening
• Alur utama untuk menepis air
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai kenyamanan dan keheningan dalam berkendara.
________________________________________
Asimetris/
(Asymmetric) Ban asimetris memiliki pola yang unik untuk membedakan kedua bagian sisinya. Bagian luar ban biasanya memiliki desain alur yang lebih besar untuk menepis air dan meningkatkan pengendalian pada jalan basah. Sedangkan bagian dalam ban memiliki alur yang lebih kecil guna memperluas bidang yang berhentuhan dengan jalan sehingga ban lebih stabil.
Fitur:
• Pengendalian yang baik di jalan basah maupun kering
• Pengendalian yang baik pada saat membelok pada
kecepatan tinggi
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai performa tinggi.
Tips Merawat Ban Agar Berfungsi Maksimal dan Tahan Lebih Lama
• Perhatikan tekanan angin pada ban sekurangnya dua minggu sekali. Sesuaikan dengan
petunjuk pabrikan tekanan angin
• Upayakan ban di-balancing dan spooring agar pengendalian dan performa tetap maksimal
saat beraksi di jalan
• Bila kotor, sebaiknya hanya gunakan sabun atau sampo mobil untuk membersihkan ban
Tekanan Angin
Tekanan angin adalah hal yang paling penting dalam perawatan ban. Artinya, ban harus diberi tekanan angin sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya dan bisa didapatkan di berbagai area kendaraan Anda, seperti di ujung pintu pengemudi, di bagian bawah pintu atau di bagian dalam kotak penyimpanan di pintu kendaraan.
Tekanan angin kurang dapat menyebabkan kerusakan bagian sidewall, menurunnya kapasitas angkut beban, dan juga mengakibatkan borosnya bahan bakar. Karenanya tekanan angin ban harus diperiksa secara berkala, paling tidak setiap dua minggu sekali atau ketika hendak melakukan perjalanan jarak jauh.
Perhatikan:
Memeriksa tekanan angin ban sebaiknya pada saat ban dalam keadaan dingin. Bila kendaraan baru saja dipakai, biarkanlah suhu ban turun sebelum diperiksa tekanan anginnya.
Tekanan angin yang tidak tepat dapat membuat ban aus tidak merata.
Keausan di tengah disebabkan oleh tekanan angin yang terlalu tinggi karena pemakaian kembangan ban bagian tengah yang berlebihan. Sebaliknya, tekanan yang terlalu rendah mengakibatkan keausan pada kedua sisi bahu ban.
Tekanan yang sesuai
menyebabkan keausan yang merata, sehingga ban tahan lebih lama Tekanan yang kurang
menyebabkan keausan pada bagian bahu, sehingga ban aus tidak merata Tekanan yang berlebihan
menyebabkan keausan pada bagian tengah, sehingga ban aus tidak merata
Angin Nitrogen (N2)
Mengapa menggunakan angin nitrogen?
• Tekanan nitrogen (N2) lebih stabil daripada oksigen (O2)
• Berat jenis yang lebih ringan dan partikelnya yang lebih besar,
membuat kebocoran ban ber-nitrogen lebih sedikit. sehingga tidak
membutuhkan pengisian yang terlalu sering
• Ban berkerja lebih optimal ketika berputar karena
sifatnya yang dingin
• Mengurangi keausan ban yang tidak merata
• Lebih hemat BBM
• Memperbaiki manuver
Rotasi Bikin Awet
Sehebat apapun ban bila tidak pernah dirotasi performanya akan lebih cepat menurun. Atau paling tidak, ban di kedua poros - depan dan belakang - tidak berfungsi maksimal dan mengakibatkan keausan tidak merata dan usia pakai menjadi lebih pendek.
Ada 2 sistem rotasi ban yang biasa dilakukan, yaitu menggunakan empat roda dan menggunakan lima roda, termasuk ban cadangan.
Diagonal Horisontal
Vertikal Rotasi dengan 4 roda
Dapat digunakan dengan cara diagonal, horisontal atau vertikal.
Untuk rotasi diagonal,rotasi dilakukan dengan menukar ban depan kiri dengan belakang kanan dan ban depan kanan dengan belakang kiri.
Untuk rotasi horisontal,roda kanan depan ditukar dengan roda kiri depan. Demikian juga dengan roda belakang, ban kanan belakang ditukar dengan kiri belakang.
Untuk rotasi vertikal,roda kiri depan ditukar dengan roda kiri belakang. Demikian juga dengan roda kanan depan ditukar dengan roda kanan belakang.
________________________________________
Rotasi dengan 5 roda (dengan ban serep)
Sistem rotasi dengan menggunakan 5 ban relatif mirip dengan diagonal. Ban serep dipasang di kiri belakang, selanjutnya ban kiri belakang pindah ke depan kiri. Ban depan kiri dipindah menyilang ke kanan belakang dan kanan belakang pindah ke depan kanan. Dan terakhir, ban depan kananlah yang menjadi ban serep.
Peringatan:
Jangan gunakan rotasi dengan 5 roda jika ban serep berlainan merek atau model dengan 4 ban lainnya.
Bagian Ban
1. Tapak (Tread)
2. Belt (rigid breaker)
3. Carcass
4. Garis dalam (Inner Liner)
5. Bead wire
Carcass merupakan rangka ban yang keras, berfungsi untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup flexibel untuk meredam perubahan beban dan benturan
Tread berfungsi untuk melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang dsebabkan oleh permukaan jalan
Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar
Breaker terletak antara carcass dan tread yang memperkuat daya rekat keduanya, dan meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke carcass
Bead berfungsi untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh oleh karena berbagai gaya yang bekerja
Karakteristik Ban Bias dan Radial
Ban Bias
Kenyamanan cukup baik
Umur dan kemampuan lebih rendah
Ban Radial
Umur pemakaian lebih lama
Peningkatan panas kecil
Stabilitas pengendalian baik
Daya pengereman lebih baik
Rolling resistance (hambatan gesekan) kecil
Kenyamanan kurang dan pengemudian terasa lebih berat
Keuntungan Ban Tubeless
Jika ban tertusuk paku atau benda tajam lainnya, ban tidak menjadi kempes secara sekaligus, karena lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri. Sehingga pengemudi tidak kehilangan kontrol kendaraan
Transfer radiasi panas akan lebih baik, karena udara dalam ban berhubungan langsung dengan pelek
Tipe Tapak Ban
Rib > Jalan rata, kecepatan tinggi> berbagai jenis mobil
Tahanan putar (rolling resistance) lebih kecil
Kendaraan mudah dikendalikan
Suara yang ditimbulkan kecil
Tenaga tariknya kurang baik
Lug >jalan tidak rata, dan lunak > truk dan industri
Tenaga tarik baik
Rolling resistance cukup tinggi
Tread lebih mudah aus tidak merata
Suara lebih besar
Rib and lug > jalan rata maupun tidak rata> sedan, truk kecil bus
Kendaraan lebih stabil
Kemampuan pengendaraan dan pengereman lebih baik
Block > jalan berlumpur dan bersalju
Kemampuan pengendaraan dan pengereman lebih baik
Mengurangi slip pada jalan berlumpur/ bersalju
Lebih cepat aus
Rolling resistance lebih besar
PELEK
Baja Press
Biaya pembuatan lebih murah
Lebih tahan lama
Lebih mudah dalam pemasangan dan pelepasannya
Kualitasnya lebih merata
Logam campuran (alloy steel)
Biasanya campuran dari alumunium atau magnesium
Memiliki bentuk/ tampilan yang lebih menarik
Tipe Penampang Rim
Divide type rim (DT) >mobil kecil, mesin pertanian, dan kendaraan industri (forklift dll)
Drop center rim (DC) > mobil sedan dan truk kecil
Wide drop center rim (WDC) > mobil sedan dan truk kecil
Semi drop center rim (SDC) > truk kecil
Flat base rim (FB) > truk dan bus
Interim rim (I) > truk dan bus
Sumber : http://anistkr.blogspot.co.uk/2012/09/roda-n-ban.html
Baca Juga :
Melepas, Memasang dan Menyetel Roda
*DESCRIPSI*
Melepas, Memasang dan Menyetel Roda digunakan sebagai panduan kegiatan belajar untuk membentuk salah satu kompetensi, yaitu:
Melepas, Memasang dan Menyetel Roda. Modul ini dapat digunakan untuk
peserta diklat Program Keahlian Mekanik Otomotif.
Modul ini memberikan latihan untuk mempelajari melepas, memasang dan
menyetel roda. Modul ini terdiri atas empat kegiatan belajar. Kegiatan
belajar :
1 membahas tentang mengidentifikasi konstruksi jenis roda.
2 membahas tentang melepas roda-roda. Kegiatan belajar.
3 membahas tentang pemeriksaan roda, dan Kegiatan belajar.
4 membahas tentang memasang roda.
*PERISTILAHAN / GLOSSARY*
1. PR (Play Rating) yaitu Rating merupakan satu istilah yang dipakai untuk
menyatakan kekuatan ban, berdasarkan pada kekuatan serat
katun yang ditentukan oleh JIS.
2. Carcass merupakan rangka ban yang keras, cukup kuat untuk menahan
udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup fleksibel untuk
meredam perubahan beban dan benturan.
3. Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap
keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan.
4. Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan
melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar.
5. Breaker adalah lapisan yang terletak diantara carcass dengan tread yang
memperkuat daya rekat keduanya.
6. Belt yang digunakan pada ban radial-ply dan diletakkan seperti sarung
mengelilingi ban diantara carcass dan karet tread, untuk menahan
carcass dengan kuat.
7. Bead yaitu untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai
gaya yang bekerja, sisi bebas atau bagian samping ply dikelilingi
oleh kawat baja yang disebut kawat bead.
*DESKRIPSI*
Modul Melepas, Memasang dan Menyetel Roda ini membahas
tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat melepas, memasang dan menyetel roda secara efektif, efisien dan
aman. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliputi :
(a) mengidentifikasi konstruksi jenis roda,
(b) melepas roda-roda,
(c) pemeriksaan roda,
(d) memasang roda.
Modul ini terdiri atas empat kegiatan belajar. Kegiatan belajar:
1 membahas tentang mengidentifikasi konstruksi jenis roda.
2 membahas tentang melepas roda-roda. Kegiatan belajar.
3 membahas tentang pemeriksaan roda, dan Kegiatan belajar.
4 membahas tentang memasang roda.
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat
memahami cara melepas, memasang dan menyetel roda.
*PRASYARAT*
Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Bidang Keahlian
Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat
seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta
kedudukan modul.
*PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL* 1. Petunjuk Bagi Peserta diklat
menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang perlu
dilaksanakan antara lain : a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau
instruktur yang mengampu kegiatan belajar. b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1).Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2).Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3).Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4).Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5).Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6).Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.2. Petunjuk Bagi Guru, Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar b. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan f. Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan
*TUJUAN AKHIR*
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam
modul ini peserta diklat diharapkan :
1. Memahami cara mengidentifikasi konstruksi jenis roda dengan baik.
2. Memahami cara melepas roda-roda dengan baik.
3. Memahami cara memeriksa roda dengan baik.
4. Memahami cara memasang roda dengan baik.
*RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT* Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.
1. Mengidentifikasi konstruksi jenis roda.
2. Melepas roda-roda.
3. Pemeriksaan roda.
4. Memasang roda.
*KEGIATAN BELAJAR*
1. Kegiatan Belajar 1 : Mengidentifikasi Konstruksi Jenis Roda
a. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1). Peserta diklat dapat menjelaskan pengkonstruksian roda dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan-kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. 2). Peserta diklat dapat menjelaskan informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 3). Peserta diklat dapat memeriksa roda untuk mengidentifikasi tanda dan titik pemasangannya. 4). Peserta diklat dapat mengklasifikasikan konstruksi roda dan metode pemasangannya.
b. Uraian Materi 1
*PELEK DAN BAN* Pada umumnya roda yang digunakan pada mobil seperti terlihat pada gambar 1. Roda dapat dibagi menjadi pelek dan ban. Pelek roda dan ban ini pada manusia dapat diumpamakan sebagai kaki dan sepatu. Roda meluncur disepanjang jalan sambil memikul berat kendaraan. Ban berfungsi meredam kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan permukaan jalan dan mencegah kejutan ini berpindah ke body.
1). PELEK RODA (DISC WHEEL) Ban tidak dapat dipasang langsung pada mobil, tetapi dipasang pada roda-roda, biasanya pelek (disc wheel). Karena roda merupakan bagian penting yang menyangkut keselamatan mengemudi, maka harus cukup kuat untuk menahan beban vertikal dan horisontal, beban pengendaraan dan pengereman dan berbagai macam tenaga yang tertumpu pada ban. Disamping itu roda harus seringan mungkin. Tambahan pula ban harus dibalance dengan baik, dengan demikian dapat berputar lembut pada putaran tinggi, dan pelek harus dibuat akurat agar dapat mengikat ban dengan baik.
a). TIPE PELEK RODA
Pada gambar 2. memperlihatkan sebuah model roda yang banyak digunakan pada mobil penumpang. Beberapa roda ada yang menggunakan ruji-ruji, dan disc wheel yang
banyak digunakan ini terbuat dari baja plat yang dipres dalam bentuk tertentu. Rim dilaskan menjadi satu dibagian luar disekeliling roda untuk memungkinkan pemasangan
ban. Roda dipasangkan pada hub atau poros ( axle shaft) dengan menggunakan empat atau enam buah baut tanam (hub bolt). Mur roda dibuat sedemikian rupa sehingga pelek
dapat menempatkan posisinya dengan tepat dan center secara otomatis pada axle hub saat pemasangan. Berat pembalans (balance weight) kadang-kadang ada terpasang
diluar disekeliling rim untuk membalance roda. Baut-baut yang dipasangkan pada roda disebut baut-baut hub, dan tutup yang menutupi baut-baut ini disebut tutup roda (wheel drop). Pelek roda dapat dibedakan menurut metode pembuatan dan bahannya. Ada dua tipe yang umumnya digunakan sekarang : yaitu baja press dan campuran besi tuang (cast light alloy).
*PELEK BAJA PRESS*
Pelek tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang dilas. Disc dibuat dari lembaran baja yang dipres.
Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam jumlah yang banyak. Pada umumnya mobil menggunakan tipe inikarena tahan lama dan kualitasnya merata.
*PELEK DARI BAHAN CAMPURAN BESI TUANG*
Pelek (cast light-alloy disc wheel) ini terbuat daribahan campuran biasanya dari aluminium atau magnesium.
Pada umumnya digunakan untuk mengurangi berat dan menambah penampilan kendaraan.Pelek Baja Press Pelek dari Campuran Besi
Hal yang perlu diperhatikan dalam menangani pelek
aluminium adalah
• ? Pada kendaraan yang menggunakan pelek aluminium,bila melepasnya untuk sementara, umpamanya untuk rotasi ban, perbaikan, atau bila memasang pelek yang baru pada kendaraan, maka setelah 1500 km roda dipasang periksalah kekerasan mur rodanya.
• ? Bila menggunakan rantai ban, berhati-hatilah memasangnya agar tidak merusak pelek aluminium.
• ? Gunakanlah khusus untuk pelek aluminium.
• ? Bila perlu membalance roda, gunakanlah balance weight khusus untuk pelek aluminium. Gunakanlah palu plastik atau karet dan bukan logam untuk memasangnya.
• ? Seperti halnya pelek jenis lainnya, periksalah pelek aluminium secara teratur.
b). SISTEM KODE SPESIFIKASI PELEK
Ukuran pelek tercetak pada permukaan pelek itu sendiri. Biasanya meliputi lebar, bentuk dan diameter pelek.
Misalnya: 5.50 F x 15 SDC
Keterangan 5.50 : Lebar pelek (dalam inchi)
F : Bentuk flens pelek
15 : Diameter pelek (dalam inchi)
SDC : Tipe rim
c). Pelek (Rim)
Penggunaan pelek (atau rim) yang betul akan bermanfaat bagi kemampuan ban yang dipakai dan keamanan dalam mengendarai mobil. Menurut standard industri Jepang
(JIS), pelek dibagi menjadi enam kategori sebagai berikut
Nama Singkatan
Divided Type Rim D.T.
Drop Center Rim D.C.
Wide Drop Center Rim W.D.C.
Semi Drop Center Rim S.D.C.
Flat Base Rim I.R.
? Divide Type Rim
Pelek jenis ini digunakan untuk mobil kecil, mesinpertanian, dan kendaraan industri (forklift dan
sebagainya). Devide Type Rim paling cocok untukkeperluan buka dan pasang ban secara mudah.
Tempat kedudukan bead tidak datar, tetapi miring padakedua sisi, menurun kearah pusat dan membentuk apayang dinamakan “taper”. Bead yang miring mencegahpenggeseran dan akan menghasilkan pegangan yangkuat dari bead dan pelek.
? Drop Center Rim
Pelek ini digunakan terutama untuk mobil sedan dan trukkecil. Terdiri dari satu bagian saja (Devide type terdiridari dua bagian). Bentuk bagian tengah yang cekungdimaksudkan untuk memudahkan pemasangan bead.
Disini juga ada “taper” untukmencegah pergeseran
diantara ban dan pelek.
Belakangan ini ban dengan tekanan angin rendah telahdigunakan untuk menambahkan kenyamanan dalammengendarai mobil. Ban-ban tersebut lebih lebardaripada jenis yang biasa dan oleh karena itu,memerlukan suatu Wide Drop Center Rim (lebih lebar).
Kebanyakan ban ini digunakan untuk mobil sedan dantruk kecil.
? Semi Drop Center Rim
Semi Drop Center Rim digunakan terutama untuk bantruk kecil. Bentuk bagian tengah yang sedikit cekung memudahkan penggantian ban. Kontak antara ban dan pelek diperbesar dengan adanya “taper”. Hasilnya lebih baik daripada yang diberikan oleh jenis Flat Base biasa.
Semi Drop Center Rim terdiri dari 3 bagian untuk memudahkan penggantian ban. Cincin yang dipasang diantara flens dan pelek induk disebut Cincin Pengunci
(Lock Ring).Tetapii dewasa ini, pelek dengan 2 bagian (tanpa cincin pengunci) lebih sering digunakan, bagian
yang dapat dilepas disebut Cincin Samping (Side Ring).
? Flat Base Rim
Flat Base Rim dig Flat Base Rim digunakan untuk truk dan bus. Struktur pelek rata dan kuat dan oleh karena itu, dapat menahan beban yang lebih berat. Seperti pada semi drop center rim, pelepasan dari cincin samping adalah untuk pemasangan dan pelepasan ban. Pelek jenis ini sekarang dibuat lebih lebar. Tempat kedudukan bead sebelah kiri pada gambar 8, tidak begitu jelas kelihatan tetapi ada “taper“ sedikit. Pada sisi diman cincin samping berada, tidak ada taper. Jadi disini pasangan bead tidak begitu baik, karena itu tidak direkomendasikan pemakaian pelek jenis ini.
Interim Rim mempunyai konstruksi yang sama dengan Flat Base Rim yang lebar (Wide Base Rim) dan merupakan model yang telah disempurnakan dari Flat Base Rim. Dari hasil eksperimen yang bertahun-tahun ditemukan bahwa perbandingan (ratio) yang terbaik antara lebar pelek dan ban adalah sekitar 70%.
Penggunaan pelek yang lebih lebar memberikan pencegahan yang baik terhadap pembangkitan pana dalam ban, umur ban yang pendek (dibandingkan
dengan pelek yang lebih tua dengan lebar kira-kira 57 % dari lebar ban).
d). Ukuran Pelek
Contoh : 5.00 S x 20 F.B.
Keterangan :
5.0 = Lebar pelek (=lebar dasar ban) dalam inchi.
S = bentuk flens dari pelek.
Ada 20 macam,dari A sampai V.
20 = diameter pelek dalam inchi.
F.B. = Flat Base Rim.
Balancing
Roda adalah salah satu komponen kendaraan yang menopang berat kendaraan. Roda terdiri dari ban dan pelek. Ban juga mengikuti perubahan arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi. Selain itu ban juga berfungsi meredam getaran dari jalan. Keausan ban sangat dipengaruhi oleh fungsi dari suspensi, steering dan penyetelan front wheel alignment. Sehingga ban dan pelek menjadi komponen yang mempunyai fungsi vital dalam kendaraan.
Kondisi ban juga sangat mempengaruhi kenyamanan dan safety pengendara. Ban dan pelek akan mengalami perubahan kualitas dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan medan dan cara penggunaan kendaraan. Roda dan ban harus balance(seimbang) agar tidak terjadi getaran. Saat roda berputar, terjadi gaya sentrifugal pada tiap bagian roda dan ban dimana sejumlah gaya tertarik keluar dari ban. Gaya ini semakin menguat saat rotasi roda semakin cepat. Jika massa sudah merata ke seluruh roda dan ban (tidak ada titik berat), gaya akan seimbang maka gaya sentrifugal tidak akan memiliki efek hambatan. Jika ban memiliki titik berat maka ban akan tidak seimbang (unbalance) dimana gaya sentrifugal lebih besar pada salah satu titik ban yang akan menarik gaya yang kuat saat ban berputar. Ini akan membuat roda dan ban bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi satu ke sisi yang lainnya (oblak). Sehingga pengendara akan merasakan goncangan atau getaran akibat roda yang tidak balance.
Jadi balancing berfungsi untuk membuat roda depan dan belakang menjadi parallel. Seiring dengan waktu pemakaian, untuk menjaga agar roda dalam keadaan seimbang membutuhkan perawatan balancing supaya dalam berkendara lebih nyaman dan pengemudi tidak mengalami kelelahan. Roda akan dipasang pada alat wheel balancer kemudian akan diketahui titik-titik berat pada roda yang mengakibatkan roda tidak balance. Kemudian alat akan menunjukkan seberapa besar beban yang harus diberikan pada roda agar roda kembali menjadi balance. Selanjutnya roda akan diberikan pemberat (weight balance) sesuai dengan beban yang dibutuhkan, weight balance dipasang pada pelek roda.
Weight balance
Spooring
Kenyamanan berkendara merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki sebuah kendaraaan. Karena berhubungan dengan keamanan atau safety untuk pengendara, penumpang, kendaraan itu sendiri ataupun terhadap kendaraan lain, dan terbentuknya keadaan regulasi lalu lintas yang baik. Salah satu faktor yang sangat berperan adalah kondisi steering/kemudi kendaraan. Kemudi berfungsi sebagai pengatur arah kendaraan yang dilakukan oleh driver, sehingga kondisi kemudi mempengaruhi driver dalam rangka mengontrol laju kendaraan itu sendiri. Kondisi kemudi yang kurang baik akan mengakibatkan ketidaknyamanan bai driver, sehingga cepat lelah dan lebih besar lagi berdampak pada terjadinya kecelakaan.
Keadaan kenyamanan kemudi/steering sangat tergantung pada kondisi dari penyetelan roda-roda, baik roda depan ataupun roda belakang (wheel alignment). Tujuan spooring adalah untuk menyelaraskan antara roda kanan dan kiri. Kestabilan antara ban pada mobil ini sangat bermanfaat apalagi pada saat mobil sedang melaju pada kecepatan tinggi. Pemakaian kendaran dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan perubahan kondisi dari komponen roda depan, sehingga memerlukan perawatan secara rutin agar kondisi ban dan komponen steering lebih tahan lama serta pengendara lebih nyaman. Untuk jangka waktu pemeliharaan spooring adalah sekitar setiap 15000 km atau 4 bulan.
Spooring merupakan pekerjaan penyetelan front wheel alignment (penyetelan roda depan) yang meliputi: chamber, caster, toe angle (toe-in/toe-out), dan turning radius. Fungsi spooring sendiri adalah untuk menjaga stabilitas kendaraan meliputi: kemudi yang ringan, menghasilkan gaya putar kembali setelah belok dan mencegah kendaraan belok sendiri setelah dilepas. Selain itu, apabila perawatan yang rutin akan mengurangi keausan pada komponen-komponen ball-joint dan ban/roda. Untuk syarat kedaraan dilakukan pekerjaan spooring diantaranya harus keadaan kaki-kaki kendaraan dalam kondisi yang normal. Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat gambar berikut:
1. Chamber merupakan kemiringan roda bila dilihat dari depan, chamber (+) bila roda miring keluar, chamber(-) bila roda miring ke dalam.
2. Caster merupakan kemiringan poros putar roda (steering axis) dilihat dari samping. Ada dua jenis caster:
a. Caster Positif
Kemiringan poros putar roda (steering axis) dilihat dari samping ke arah belakang
b. Caster Negatif
Kemiringan poros putar roda (steering axis) dilihat dari samping ke arah depan
3. Toe angle
a. Toe-In : Panjang roda bagian depan (A) lebih pendek dibanding pajang roda bagian belakang (B)
b. Toe-Out : Panjang roda bagian depan (A) lebih panjang dibanding pajang roda bagian belakang (B)
4. Turning Radius
Turning radius merupakan sudut belok roda dalam harus lebih besar dibanding roda luar dan titik sumbuh radius belok harus satu titik.
Materi Roda Dan Ban
RODA DAN BAN
SEJARAH SINGKAT RODA dan BAN
Roda sebagai bagian vital kendaraan atau mesin, mula pertama ditemukan oleh orang Sumeria pada 3.500 tahun SM. Di Mesopotamia, ditemukan pula sebuah benda bulat dengan poros di bagian tengahnya, diperkirakan sebuah tatakan untuk membuat tembikar dari masa yang sama. Ini membuktikan bahwa pada saat itu orang mulai tahu prinsip kerja gerak lingkaran.
Selanjutnya, pada 3000 SM, kereta dorong mulai dikenal di Asiria, kemudian berlanjut di Lembah Indus. Sedangkan masyarakat Eropa Daratan dan Tengah baru mengenal kereta dorong sekitar 1000 SM, malah Inggris baru pada tahun 500 SM.
Pada tahun 1515 orang menemukan wheel-lock, roda yang bisa diputar dan berhenti oleh sebuah benda pengganjal. Prinsip ini kemudian dikembangkan menjadi roda gerigi pemantik bom - dan korek api.
Dunia teknik sangat terbantu oleh penemuan roda. Dari mesin es krim sampai PLTA, menis jahit sampai pesawat ulang-alik, sepeda sampai mobil balap formula. Perkembangan roda sebagai penggerak kendaraan kemudian tak dapat dilepaskan dari perkebangan ban, yang ditentukan oleh peran Robert William Thomson dan John Boyd Dunlop.
Misalnya ban berkode 215/65R15 89H. Angka '215' adalah lebar telapak ban dalam satuan ukuran milimeter. '65' (Aspek Rasio), adalah rasio/perbandingan antara ketebalan profil ban dengan lebar telapak ban. Angka 65 di sini mengisyaratkan tinggi/tebal ban adalah 65% dari lebar telapak ban.
'R' (konstruksi), adalah pola jalinan benang/kawat yang memperkuat konstruksi ban. 'R' di sini berarti ban tersebut memiliki pola jalinan berpola radial. Jika 'B' berarti ban tersebut mempunyai konstruksi sabuk bias (bias belted). Untuk 'D' maka berarti konstruksinya adalah bias diagonal (diagonal bias).
Angka 15 berikutnya adalah ukuran diameter rim/pelek dalam satuan inci dan angka '89' mengisyaratkan beban maksimal (load index) yang diizinkan pada ban bersangkutan. Sesuai dengan standar industri ban maka kode tersebut memiliki kapasitas beban maksimal sebesar 580 kilogram di tiap ban. Huruf "H' terakhir merupakan indikator kecepatan maksimal.
Jadi ban berkode 215/65R15 89H adalah ban dengan lebar telapak 215mm, ketebalan ban dengan aspek rasio 65%x215(mm)=129(mm), berjenis radial untuk rim atau pelek berdiameter 15 inci, mampu dibebani seberat 580 kg dengan batas kecepatan aman maksimal 210 km.
Fungsi roda dan ban
1. Menahan seluruh berat kendaraan
2. Memindahkan tenaga ke permukaan jalan
3. Memindahkan gaya pengereman ke permukaan jalan
4. Menjadikan sistem kemudi dapat bekerja
5. Mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata
Fungsi Utama Ban
1. Menahan beban
Dalam hal menahan beban, yang paling berpengaruh adalah tekanan angin, karena angin dalam ban berfungsi untuk menopang berat kendaraan dan muatan.
2. Meredam
guncangan
Tekanan angin dan type ban (radial/ bias) sangat berpengaruh dalam meredam guncangan awal sebelum diredam lagi oleh suspensi. Ban tipe radial mampu meredam guncangan lebih baik daripada ban tipe bias.
3. Meneruskan tenaga dari mesin
Ban berfungsi untuk meneruskan gaya gerak dan pengeraman ke permukaan jalan, hal ini berkaitan dengan kinerja traksi dan pengereman. Yang berpengaruh dalam hal ini adalah pattern atau kembangan dari ban.
4. Meneruskan
fungsi kemudi
Ban sangat penting dalam mengontrol arah kendaraan, hal ini akan menentukan kemampuan bermanuver dan kestabilan dalam berkendara.
Bahasa Ban
Ban mempunyai ‘bahasa’ sendiri untuk berkomunikasi dengan penggunanya. Bahasa ban yang berupa serangkaian angka dan huruf menunjukkan data-data spesifikasi, merek dan tipe, yang universal dan sudah disepakati oleh semua produsen ban di seluruh dunia.
Berikut adalah arti dari kode tersebut: 1. Lebar ban (dalam mm) 2. Aspek rasio (%) tinggi sidewall
terhadap lebar ban 3. Diameter ban / velg (dalam inch) 4. Indeks beban / Load Index 5. Simbol kecepatan / Speed Index
Memahami Indeks Beban dan Simbol Kecepatan
Indeks kecepatan adalah simbol huruf mulai dari J sampai dengan Z yang telah disepakati bersama seluruh produsen ban untuk menunjukkan batas kecepatan maksimum yang aman, yang juga berhubugan dengan indeks beban. Lihat tabel indeks beban dan simbol kecepatan di bawah ini.
Kedua unsur dibawah ini disebut juga keterangan penggunaan ban dan saling berhubungan. Tabel di bawah ini memberikan informasi nilai indeks beban dan simbol kecepatan untuk masing-masing simbol atau nilai.
Indeks Beban (simbol and beban maksimum dalam Kg)
Setiap ban memiliki tread wear indicator (TWI), yang berbentuk segitiga dan terdapat pada sisi samping ban (side wall). TWI ini merupakan indikator tingkat keausan ban dan bisa juga menjadi patokan untuk mengganti ban. Saat tapak ban sudah melampaui indikator tersebut, terlihat garis melintang antara tapak ban, yang berarti ban tersebut sudah tidak layak lagi untuk digunakan.
Ban yang sudah botak sangat mempengaruhi pengendalian dan jarak pengereman!
Perhatikan juga fisik ban, untuk memperhatikan saatnya mengganti ban, antara lain melalui tanda-tanda di bawah ini
Benjolan pada ban
Sebaiknya segera ganti ban yang benjol dengan yang baru, karena berpotensi untuk terjadinya pecah ban
Banyak terdapat tambalan
Berpotensi untuk bocor seketika
Karet ban getas/
pecah-pecah
Biasanya terdapat pada sisi samping ban
Hubungi gerai ban terdekat jika anda manemui tanda-tanda kerusakan atau kelainan pada ban anda.
Pola Telapak Ban
Saat ini merek dan kembangan ban begitu bervariasi. Apakah anda sudah memilih ban yang tepat untuk memenuhi kebutuhan berkendaraan anda?
Pada dasarnya, pola telapak ban hanya terbagi menjadi tiga golongan utama, yakni Searah(Directional),Simetris (Symmetric), dan Asimetris (Asymmetric).
Ketiga golongan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan pengemudi yang berbeda-beda.
Searah
(Directional) Ban searah memiliki ciri telapak searah yang menyerupai anak panah atau pola kembangannya berbentuk huruf "v".
Fitur:
• Menepis air dengan sempurna untuk pengendalian yang lebih
baik di permukaan basah maupun kering
• Performa dan pengereman yang lebih baik
• Biasanya tersedia dalam ukuran besar (15" keatas) dan memiliki indeks kecepatan yang tinggi
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai performa dan kecepatan tinggi.
Simetris
(Symmetric) Ban simetris biasanya memiliki telapak dengan desain rib yang berkesinambungan atau blok. Kedua sisinya, baik sisi dalam maupun luar memiliki fitur dan kegunaan yang sama. Pada umumnya ban dengan pola simetris memiliki alur yang menyerupai gelombang.
Fitur:
• Nyaman dan sangat hening
• Alur utama untuk menepis air
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai kenyamanan dan keheningan dalam berkendara.
Asimetris/
(Asymmetric) Ban asimetris memiliki pola yang unik untuk membedakan kedua bagian sisinya. Bagian luar ban biasanya memiliki desain alur yang lebih besar untuk menepis air dan meningkatkan pengendalian pada jalan basah. Sedangkan bagian dalam ban memiliki alur yang lebih kecil guna memperluas bidang yang berhentuhan dengan jalan sehingga ban lebih stabil.
Fitur:
• Pengendalian yang baik di jalan basah maupun kering
• Pengendalian yang baik pada saat membelok pada
kecepatan tinggi
Cocok untuk:
Pengemudi yang menyukai performa tinggi.
Tips Merawat Ban Agar Berfungsi Maksimal dan Tahan Lebih Lama
• Perhatikan tekanan angin pada ban sekurangnya dua minggu sekali. Sesuaikan dengan
petunjuk pabrikan tekanan angin
• Upayakan ban di-balancing dan spooring agar pengendalian dan performa tetap maksimal
saat beraksi di jalan
• Bila kotor, sebaiknya hanya gunakan sabun atau sampo mobil untuk membersihkan ban
Tekanan Angin
Tekanan angin adalah hal yang paling penting dalam perawatan ban. Artinya, ban harus diberi tekanan angin sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya dan bisa didapatkan di berbagai area kendaraan Anda, seperti di ujung pintu pengemudi, di bagian bawah pintu atau di bagian dalam kotak penyimpanan di pintu kendaraan.
Tekanan angin kurang dapat menyebabkan kerusakan bagian sidewall, menurunnya kapasitas angkut beban, dan juga mengakibatkan borosnya bahan bakar. Karenanya tekanan angin ban harus diperiksa secara berkala, paling tidak setiap dua minggu sekali atau ketika hendak melakukan perjalanan jarak jauh.
Perhatikan:
Memeriksa tekanan angin ban sebaiknya pada saat ban dalam keadaan dingin. Bila kendaraan baru saja dipakai, biarkanlah suhu ban turun sebelum diperiksa tekanan anginnya.
Tekanan angin yang tidak tepat dapat membuat ban aus tidak merata.
Keausan di tengah disebabkan oleh tekanan angin yang terlalu tinggi karena pemakaian kembangan ban bagian tengah yang berlebihan. Sebaliknya, tekanan yang terlalu rendah mengakibatkan keausan pada kedua sisi bahu ban.
Tekanan yang sesuai
menyebabkan keausan yang merata, sehingga ban tahan lebih lama
Tekanan yang kurang
menyebabkan keausan pada bagian bahu, sehingga ban aus tidak merata
Tekanan yang berlebihan
menyebabkan keausan pada bagian tengah, sehingga ban aus tidak merata
Angin Nitrogen (N2)
Mengapa menggunakan angin nitrogen?
• Tekanan nitrogen (N2) lebih stabil daripada oksigen (O2)
• Berat jenis yang lebih ringan dan partikelnya yang lebih besar,
membuat kebocoran ban ber-nitrogen lebih sedikit. sehingga tidak
membutuhkan pengisian yang terlalu sering
• Ban berkerja lebih optimal ketika berputar karena
sifatnya yang dingin
• Mengurangi keausan ban yang tidak merata
• Lebih hemat BBM
• Memperbaiki manuver
Rotasi Bikin Awet
Sehebat apapun ban bila tidak pernah dirotasi performanya akan lebih cepat menurun. Atau paling tidak, ban di kedua poros - depan dan belakang - tidak berfungsi maksimal dan mengakibatkan keausan tidak merata dan usia pakai menjadi lebih pendek.
Rotasi dibutuhkan bila jarak tempuh kendaraan sudah mencapai
7.500 - 10.000 km.
Ada 2 sistem rotasi ban yang biasa dilakukan, yaitu menggunakan empat roda dan menggunakan lima roda, termasuk ban cadangan.
Diagonal Horisontal
Vertikal Rotasi dengan 4 roda
Dapat digunakan dengan cara diagonal, horisontal atau vertikal.
Untuk rotasi diagonal,rotasi dilakukan dengan menukar ban depan kiri dengan belakang kanan dan ban depan kanan dengan belakang kiri.
Untuk rotasi horisontal,roda kanan depan ditukar dengan roda kiri depan. Demikian juga dengan roda belakang, ban kanan belakang ditukar dengan kiri belakang.
Untuk rotasi vertikal,roda kiri depan ditukar dengan roda kiri belakang. Demikian juga dengan roda kanan depan ditukar dengan roda kanan belakang.
Rotasi dengan 5 roda (dengan ban serep)
Sistem rotasi dengan menggunakan 5 ban relatif mirip dengan diagonal. Ban serep dipasang di kiri belakang, selanjutnya ban kiri belakang pindah ke depan kiri. Ban depan kiri dipindah menyilang ke kanan belakang dan kanan belakang pindah ke depan kanan. Dan terakhir, ban depan kananlah yang menjadi ban serep.
Peringatan:
Jangan gunakan rotasi dengan 5 roda jika ban serep berlainan merek atau model dengan 4 ban lainnya.
Bagian Ban
1. Tapak (Tread)
2. Belt (rigid breaker)
3. Carcass
4. Garis dalam (Inner Liner)
5. Bead wire
Carcass merupakan rangka ban yang keras, berfungsi untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup flexibel untuk meredam perubahan beban dan benturan
Tread berfungsi untuk melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang dsebabkan oleh permukaan jalan
Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar
Breaker terletak antara carcass dan tread yang memperkuat daya rekat keduanya, dan meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke carcass
Bead berfungsi untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh oleh karena berbagai gaya yang bekerja
Karakteristik Ban Bias dan Radial
Ban Bias
Kenyamanan cukup baik
Umur dan kemampuan lebih rendah
Ban Radial
Umur pemakaian lebih lama
Peningkatan panas kecil
Stabilitas pengendalian baik
Daya pengereman lebih baik
Rolling resistance (hambatan gesekan) kecil
Kenyamanan kurang dan pengemudian terasa lebih berat
Keuntungan Ban Tubeless
Jika ban tertusuk paku atau benda tajam lainnya, ban tidak menjadi kempes secara sekaligus, karena lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri. Sehingga pengemudi tidak kehilangan kontrol kendaraan
Transfer radiasi panas akan lebih baik, karena udara dalam ban berhubungan langsung dengan pelek
Tipe Tapak Ban
Rib > Jalan rata, kecepatan tinggi> berbagai jenis mobil
Tahanan putar (rolling resistance) lebih kecil
Kendaraan mudah dikendalikan
Suara yang ditimbulkan kecil
Tenaga tariknya kurang baik
Lug >jalan tidak rata, dan lunak > truk dan industri
Tenaga tarik baik
Rolling resistance cukup tinggi
Tread lebih mudah aus tidak merata
Suara lebih besar
Rib and lug > jalan rata maupun tidak rata> sedan, truk kecil bus
Kendaraan lebih stabil
Kemampuan pengendaraan dan pengereman lebih baik
Block > jalan berlumpur dan bersalju
Kemampuan pengendaraan dan pengereman lebih baik
Mengurangi slip pada jalan berlumpur/ bersalju
Lebih cepat aus
Rolling resistance lebih besar
PELEK
Baja Press
Biaya pembuatan lebih murah
Lebih tahan lama
Lebih mudah dalam pemasangan dan pelepasannya
Kualitasnya lebih merata
Logam campuran (alloy steel)
Biasanya campuran dari alumunium atau magnesium
Memiliki bentuk/ tampilan yang lebih menarik
Tipe Penampang Rim
Divide type rim (DT) >mobil kecil, mesin pertanian, dan kendaraan industri (forklift dll)
Drop center rim (DC) > mobil sedan dan truk kecil
Wide drop center rim (WDC) > mobil sedan dan truk kecil
Semi drop center rim (SDC) > truk kecil
Flat base rim (FB) > truk dan bus
Interim rim (I) > truk dan bus
Sumber : http://anistkr.blogspot.co.uk/2012/09/roda-n-ban.html
Baca Juga :
Melepas, Memasang dan Menyetel Roda
*DESCRIPSI*
Melepas, Memasang dan Menyetel Roda digunakan sebagai panduan kegiatan belajar untuk membentuk salah satu kompetensi, yaitu:
Melepas, Memasang dan Menyetel Roda. Modul ini dapat digunakan untuk
peserta diklat Program Keahlian Mekanik Otomotif.
Modul ini memberikan latihan untuk mempelajari melepas, memasang dan
menyetel roda. Modul ini terdiri atas empat kegiatan belajar. Kegiatan
belajar :
1 membahas tentang mengidentifikasi konstruksi jenis roda.
2 membahas tentang melepas roda-roda. Kegiatan belajar.
3 membahas tentang pemeriksaan roda, dan Kegiatan belajar.
4 membahas tentang memasang roda.
Melepas, Memasang dan Menyetel Roda
*PERISTILAHAN / GLOSSARY*
1. PR (Play Rating) yaitu Rating merupakan satu istilah yang dipakai untuk
menyatakan kekuatan ban, berdasarkan pada kekuatan serat
katun yang ditentukan oleh JIS.
2. Carcass merupakan rangka ban yang keras, cukup kuat untuk menahan
udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup fleksibel untuk
meredam perubahan beban dan benturan.
3. Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap
keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan.
4. Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan
melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar.
5. Breaker adalah lapisan yang terletak diantara carcass dengan tread yang
memperkuat daya rekat keduanya.
6. Belt yang digunakan pada ban radial-ply dan diletakkan seperti sarung
mengelilingi ban diantara carcass dan karet tread, untuk menahan
carcass dengan kuat.
7. Bead yaitu untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai
gaya yang bekerja, sisi bebas atau bagian samping ply dikelilingi
oleh kawat baja yang disebut kawat bead.
*DESKRIPSI*
Modul Melepas, Memasang dan Menyetel Roda ini membahas
tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat melepas, memasang dan menyetel roda secara efektif, efisien dan
aman. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliputi :
(a) mengidentifikasi konstruksi jenis roda,
(b) melepas roda-roda,
(c) pemeriksaan roda,
(d) memasang roda.
Modul ini terdiri atas empat kegiatan belajar. Kegiatan belajar:
1 membahas tentang mengidentifikasi konstruksi jenis roda.
2 membahas tentang melepas roda-roda. Kegiatan belajar.
3 membahas tentang pemeriksaan roda, dan Kegiatan belajar.
4 membahas tentang memasang roda.
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat
memahami cara melepas, memasang dan menyetel roda.
*PRASYARAT*
Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Bidang Keahlian
Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat
seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta
kedudukan modul.
*PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL* 1. Petunjuk Bagi Peserta diklat
menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang perlu
dilaksanakan antara lain : a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau
instruktur yang mengampu kegiatan belajar. b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1).Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2).Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3).Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4).Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5).Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6).Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. 2. Petunjuk Bagi Guru, Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar b. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan f. Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan
*TUJUAN AKHIR*
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam
modul ini peserta diklat diharapkan :
1. Memahami cara mengidentifikasi konstruksi jenis roda dengan baik.
2. Memahami cara melepas roda-roda dengan baik.
3. Memahami cara memeriksa roda dengan baik.
4. Memahami cara memasang roda dengan baik.
*RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT* Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.
1. Mengidentifikasi konstruksi jenis roda.
2. Melepas roda-roda.
3. Pemeriksaan roda.
4. Memasang roda.
*KEGIATAN BELAJAR*
1. Kegiatan Belajar 1 : Mengidentifikasi Konstruksi Jenis Roda
a. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1). Peserta diklat dapat menjelaskan pengkonstruksian roda dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan-kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. 2). Peserta diklat dapat menjelaskan informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 3). Peserta diklat dapat memeriksa roda untuk mengidentifikasi tanda dan titik pemasangannya. 4). Peserta diklat dapat mengklasifikasikan konstruksi roda dan metode pemasangannya.
b. Uraian Materi 1
*PELEK DAN BAN* Pada umumnya roda yang digunakan pada mobil seperti terlihat pada gambar 1. Roda dapat dibagi menjadi pelek dan ban. Pelek roda dan ban ini pada manusia dapat diumpamakan sebagai kaki dan sepatu. Roda meluncur disepanjang jalan sambil memikul berat kendaraan. Ban berfungsi meredam kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan permukaan jalan dan mencegah kejutan ini berpindah ke body.
Pelek dan Ban
1). PELEK RODA (DISC WHEEL) Ban tidak dapat dipasang langsung pada mobil, tetapi dipasang pada roda-roda, biasanya pelek (disc wheel). Karena roda merupakan bagian penting yang menyangkut keselamatan mengemudi, maka harus cukup kuat untuk menahan beban vertikal dan horisontal, beban pengendaraan dan pengereman dan berbagai macam tenaga yang tertumpu pada ban. Disamping itu roda harus seringan mungkin. Tambahan pula ban harus dibalance dengan baik, dengan demikian dapat berputar lembut pada putaran tinggi, dan pelek harus dibuat akurat agar dapat mengikat ban dengan baik.
Penampang Pelek Roda
a). TIPE PELEK RODA
Pada gambar 2. memperlihatkan sebuah model roda yang banyak digunakan pada mobil penumpang. Beberapa roda ada yang menggunakan ruji-ruji, dan disc wheel yang
banyak digunakan ini terbuat dari baja plat yang dipres dalam bentuk tertentu. Rim dilaskan menjadi satu dibagian luar disekeliling roda untuk memungkinkan pemasangan
ban. Roda dipasangkan pada hub atau poros ( axle shaft) dengan menggunakan empat atau enam buah baut tanam (hub bolt). Mur roda dibuat sedemikian rupa sehingga pelek
dapat menempatkan posisinya dengan tepat dan center secara otomatis pada axle hub saat pemasangan. Berat pembalans (balance weight) kadang-kadang ada terpasang
diluar disekeliling rim untuk membalance roda. Baut-baut yang dipasangkan pada roda disebut baut-baut hub, dan tutup yang menutupi baut-baut ini disebut tutup roda (wheel drop). Pelek roda dapat dibedakan menurut metode pembuatan dan bahannya. Ada dua tipe yang umumnya digunakan sekarang : yaitu baja press dan campuran besi tuang (cast light alloy).
Tipe Pelek Roda
*PELEK BAJA PRESS*
Pelek tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang dilas. Disc dibuat dari lembaran baja yang dipres.
Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam jumlah yang banyak. Pada umumnya mobil menggunakan tipe inikarena tahan lama dan kualitasnya merata.
*PELEK DARI BAHAN CAMPURAN BESI TUANG*
Pelek (cast light-alloy disc wheel) ini terbuat daribahan campuran biasanya dari aluminium atau magnesium.
Pada umumnya digunakan untuk mengurangi berat dan menambah penampilan kendaraan.Pelek Baja Press Pelek dari Campuran Besi
Hal yang perlu diperhatikan dalam menangani pelek
aluminium adalah
? Pada kendaraan yang menggunakan pelek aluminium,bila melepasnya untuk sementara, umpamanya untuk rotasi ban, perbaikan, atau bila memasang pelek yang baru pada kendaraan, maka setelah 1500 km roda dipasang periksalah kekerasan mur rodanya.
? Bila menggunakan rantai ban, berhati-hatilah memasangnya agar tidak merusak pelek aluminium.
? Gunakanlah khusus untuk pelek aluminium.
? Bila perlu membalance roda, gunakanlah balance weight khusus untuk pelek aluminium. Gunakanlah palu plastik atau karet dan bukan logam untuk memasangnya.
? Seperti halnya pelek jenis lainnya, periksalah pelek aluminium secara teratur.
b). SISTEM KODE SPESIFIKASI PELEK
Ukuran pelek tercetak pada permukaan pelek itu sendiri. Biasanya meliputi lebar, bentuk dan diameter pelek.
Kode Spesifikasi Pelek
Misalnya: 5.50 F x 15 SDC
Keterangan 5.50 : Lebar pelek (dalam inchi)
F : Bentuk flens pelek
15 : Diameter pelek (dalam inchi)
SDC : Tipe rim
c). Pelek (Rim)
Penggunaan pelek (atau rim) yang betul akan bermanfaat bagi kemampuan ban yang dipakai dan keamanan dalam mengendarai mobil. Menurut standard industri Jepang
(JIS), pelek dibagi menjadi enam kategori sebagai berikut
Nama Singkatan
Divided Type Rim D.T.
Drop Center Rim D.C.
Wide Drop Center Rim W.D.C.
Semi Drop Center Rim S.D.C.
Flat Base Rim I.R.
? Divide Type Rim
Divide Type Rim
Pelek jenis ini digunakan untuk mobil kecil, mesinpertanian, dan kendaraan industri (forklift dan
sebagainya). Devide Type Rim paling cocok untukkeperluan buka dan pasang ban secara mudah.
Tempat kedudukan bead tidak datar, tetapi miring padakedua sisi, menurun kearah pusat dan membentuk apayang dinamakan “taper”. Bead yang miring mencegahpenggeseran dan akan menghasilkan pegangan yangkuat dari bead dan pelek.
? Drop Center Rim
Pelek ini digunakan terutama untuk mobil sedan dan trukkecil. Terdiri dari satu bagian saja (Devide type terdiridari dua bagian). Bentuk bagian tengah yang cekungdimaksudkan untuk memudahkan pemasangan bead.
Disini juga ada “taper” untukmencegah pergeseran
diantara ban dan pelek.
Center Rim
Belakangan ini ban dengan tekanan angin rendah telahdigunakan untuk menambahkan kenyamanan dalammengendarai mobil. Ban-ban tersebut lebih lebardaripada jenis yang biasa dan oleh karena itu,memerlukan suatu Wide Drop Center Rim (lebih lebar).
Kebanyakan ban ini digunakan untuk mobil sedan dantruk kecil.
? Semi Drop Center Rim
Semi Drop Rim
Semi Drop Center Rim digunakan terutama untuk bantruk kecil. Bentuk bagian tengah yang sedikit cekung memudahkan penggantian ban. Kontak antara ban dan pelek diperbesar dengan adanya “taper”. Hasilnya lebih baik daripada yang diberikan oleh jenis Flat Base biasa.
Semi Drop Center Rim terdiri dari 3 bagian untuk memudahkan penggantian ban. Cincin yang dipasang diantara flens dan pelek induk disebut Cincin Pengunci
(Lock Ring).Tetapii dewasa ini, pelek dengan 2 bagian (tanpa cincin pengunci) lebih sering digunakan, bagian
yang dapat dilepas disebut Cincin Samping (Side Ring).
? Flat Base Rim
Flat Base Rim
Flat Base Rim dig Flat Base Rim digunakan untuk truk dan bus. Struktur pelek rata dan kuat dan oleh karena itu, dapat menahan beban yang lebih berat. Seperti pada semi drop center rim, pelepasan dari cincin samping adalah untuk pemasangan dan pelepasan ban. Pelek jenis ini sekarang dibuat lebih lebar. Tempat kedudukan bead sebelah kiri pada gambar 8, tidak begitu jelas kelihatan tetapi ada “taper“ sedikit. Pada sisi diman cincin samping berada, tidak ada taper. Jadi disini pasangan bead tidak begitu baik, karena itu tidak direkomendasikan pemakaian pelek jenis ini.
Interim Rim
Interim Rim mempunyai konstruksi yang sama dengan Flat Base Rim yang lebar (Wide Base Rim) dan merupakan model yang telah disempurnakan dari Flat Base Rim. Dari hasil eksperimen yang bertahun-tahun ditemukan bahwa perbandingan (ratio) yang terbaik antara lebar pelek dan ban adalah sekitar 70%.
Penggunaan pelek yang lebih lebar memberikan pencegahan yang baik terhadap pembangkitan pana dalam ban, umur ban yang pendek (dibandingkan
dengan pelek yang lebih tua dengan lebar kira-kira 57 % dari lebar ban).
d). Ukuran Pelek
Contoh : 5.00 S x 20 F.B.
Keterangan :
5.0 = Lebar pelek (=lebar dasar ban) dalam inchi.
S = bentuk flens dari pelek.
Ada 20 macam,dari A sampai V.
20 = diameter pelek dalam inchi.
F.B. = Flat Base Rim.
Bentuk Dasar Pelek
Balancing
Roda adalah salah satu komponen kendaraan yang menopang berat kendaraan. Roda terdiri dari ban dan pelek. Ban juga mengikuti perubahan arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi. Selain itu ban juga berfungsi meredam getaran dari jalan. Keausan ban sangat dipengaruhi oleh fungsi dari suspensi, steering dan penyetelan front wheel alignment. Sehingga ban dan pelek menjadi komponen yang mempunyai fungsi vital dalam kendaraan.
Kondisi ban juga sangat mempengaruhi kenyamanan dan safety pengendara. Ban dan pelek akan mengalami perubahan kualitas dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan medan dan cara penggunaan kendaraan. Roda dan ban harus balance (seimbang) agar tidak terjadi getaran. Saat roda berputar, terjadi gaya sentrifugal pada tiap bagian roda dan ban dimana sejumlah gaya tertarik keluar dari ban. Gaya ini semakin menguat saat rotasi roda semakin cepat. Jika massa sudah merata ke seluruh roda dan ban (tidak ada titik berat), gaya akan seimbang maka gaya sentrifugal tidak akan memiliki efek hambatan. Jika ban memiliki titik berat maka ban akan tidak seimbang (unbalance) dimana gaya sentrifugal lebih besar pada salah satu titik ban yang akan menarik gaya yang kuat saat ban berputar. Ini akan membuat roda dan ban bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi satu ke sisi yang lainnya (oblak). Sehingga pengendara akan merasakan goncangan atau getaran akibat roda yang tidak balance.
Jadi balancing berfungsi untuk membuat roda depan dan belakang menjadi parallel. Seiring dengan waktu pemakaian, untuk menjaga agar roda dalam keadaan seimbang membutuhkan perawatan balancing supaya dalam berkendara lebih nyaman dan pengemudi tidak mengalami kelelahan. Roda akan dipasang pada alat wheel balancer kemudian akan diketahui titik-titik berat pada roda yang mengakibatkan roda tidak balance. Kemudian alat akan menunjukkan seberapa besar beban yang harus diberikan pada roda agar roda kembali menjadi balance. Selanjutnya roda akan diberikan pemberat (weight balance) sesuai dengan beban yang dibutuhkan, weight balance dipasang pada pelek roda.
Weight balance
Spooring
Kenyamanan berkendara merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki sebuah kendaraaan. Karena berhubungan dengan keamanan atau safety untuk pengendara, penumpang, kendaraan itu sendiri ataupun terhadap kendaraan lain, dan terbentuknya keadaan regulasi lalu lintas yang baik. Salah satu faktor yang sangat berperan adalah kondisi steering/kemudi kendaraan. Kemudi berfungsi sebagai pengatur arah kendaraan yang dilakukan oleh driver, sehingga kondisi kemudi mempengaruhi driver dalam rangka mengontrol laju kendaraan itu sendiri. Kondisi kemudi yang kurang baik akan mengakibatkan ketidaknyamanan bai driver, sehingga cepat lelah dan lebih besar lagi berdampak pada terjadinya kecelakaan.
Keadaan kenyamanan kemudi/steering sangat tergantung pada kondisi dari penyetelan roda-roda, baik roda depan ataupun roda belakang (wheel alignment). Tujuan spooring adalah untuk menyelaraskan antara roda kanan dan kiri. Kestabilan antara ban pada mobil ini sangat bermanfaat apalagi pada saat mobil sedang melaju pada kecepatan tinggi. Pemakaian kendaran dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan perubahan kondisi dari komponen roda depan, sehingga memerlukan perawatan secara rutin agar kondisi ban dan komponen steering lebih tahan lama serta pengendara lebih nyaman. Untuk jangka waktu pemeliharaan spooring adalah sekitar setiap 15000 km atau 4 bulan.
Spooring merupakan pekerjaan penyetelan front wheel alignment (penyetelan roda depan) yang meliputi: chamber, caster, toe angle (toe-in/toe-out), dan turning radius. Fungsi spooring sendiri adalah untuk menjaga stabilitas kendaraan meliputi: kemudi yang ringan, menghasilkan gaya putar kembali setelah belok dan mencegah kendaraan belok sendiri setelah dilepas. Selain itu, apabila perawatan yang rutin akan mengurangi keausan pada komponen-komponen ball-joint dan ban/roda. Untuk syarat kedaraan dilakukan pekerjaan spooring diantaranya harus keadaan kaki-kaki kendaraan dalam kondisi yang normal. Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat gambar berikut:
1. Chamber merupakan kemiringan roda bila dilihat dari depan, chamber (+) bila roda miring keluar, chamber(-) bila roda miring ke dalam.
2. Caster merupakan kemiringan poros putar roda (steering axis) dilihat dari samping. Ada dua jenis caster:
a. Caster Positif
Kemiringan poros putar roda (steering axis) dilihat dari samping ke arah belakang
b. Caster Negatif
Kemiringan poros putar roda (steering axis) dilihat dari samping ke arah depan
3. Toe angle
a. Toe-In : Panjang roda bagian depan (A) lebih pendek dibanding pajang roda bagian belakang (B)
b. Toe-Out : Panjang roda bagian depan (A) lebih panjang dibanding pajang roda bagian belakang (B)
4. Turning Radius
Turning radius merupakan sudut belok roda dalam harus lebih besar dibanding roda luar dan titik sumbuh radius belok harus satu titik.
Subscribe to:
Posts (Atom)